LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Teras Narang pernah surati Jokowi soal kebakaran hutan, tapi dicueki

Menurut Gubernur Kalteng dua periode ini, lahan gambut memiliki karakteristik sulit untuk dipadamkan bila terbakar.

2015-10-23 16:42:20
Kebakaran Hutan
Advertisement

Sebelum kebakaran hutan tahun ini meluas dan menyebabkan kabut asap, mantan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang ternyata pernah mengingatkan Presiden Jokowi melalui surat. Teras Narang mengingatkan soal potensi bakal terjadinya kebakaran hutan besar menjelang musim kemarau.

Teras Narang mengaku pernah mengirimi surat kepada Presiden Jokowi saat dirinya masih menjabat menjadi Gubernur Kalteng. Surat itu dikirim ke Presiden Jokowi pada tanggal 31 Oktober 2014.

"Jadi 11 hari sejak dilantik, saya sudah mengirimkan surat ke Presiden Jokowi supaya mewaspadai kebakaran hutan. Ini terkait program 1 juta hektare rehabilitasi lahan gambut yang dicanangkannya," ujar Terang Narang ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (23/10).

Namun kata Teras Narang, surat itu tidak mendapat respons dari presiden. Saat masa baktinya habis Agustus 2015 lalu dan kemudian terjadi kebakaran hutan, Teras sempat kembali mengingatkan kepada presiden.

"Presiden malah tidak tahu soal surat itu. Dan sekarang sudah terjadi," ujarnya.

Menurut Gubernur Kalteng dua periode ini, lahan gambut memiliki karakteristik sulit untuk dipadamkan bila terjadi kebakaran. Hal ini karena gambut bisa memiliki kedalaman 20 hingga 30 meter.

"Kalau ada kebakaran terus disiram air justru asap yang makin tebal. Sulit memang menangani kebakaran lahan gambut," terang kader PDIP ini.

Lahan gambut menurutnya sama seperti busa. Bila musim hujan dia akan menyerap dan menyimpan air, saat musim kemarau dia akan mengeluarkan air secara perlahan-lahan. "Jadi menurut saya solusi saat ini bukan dengan pemadaman, kalau disiram air tetapi tidak banyak sekalian gambut justru memperbanyak asap. Sebaiknya wilayah yang terbakar dilokalisir saja," terangnya.

Setelah dilokalisir, lanjut politikus PDIP itu, harus dilakukan penanganan terhadap warga terutama anak-anak. Hal ini mereka sangat rentan terhadap bahaya kabut asap.

"Penanganan kebakaran lahan gambut itu sangat sulit dan itulah tantangan saya selama 10 tahun. Tapi semua bisa ditangani selama kita bekerja sama dengan rakyat dan juga berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa. Alam itu jangan dilawan," imbuhnya.

Baca juga:
Hanura minta pergub soal pembakaran hutan di Kalteng diusut
Eks Gubernur Kalteng Teras Narang sangkal legalkan pembakaran lahan
Ini penjelasan Teras Narang soal Pergub boleh bakar lahan
Desmond: Teras Narang harus tanggung jawab!

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.