LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tepergok curi helm, Ramadhan nangis di kantor polisi telepon orang tua

Tepergok curi helm, Ramadhan nangis di kantor polisi telepon orang tua. Ramadhan, seorang remaja asal Samarinda, Kalimantan Timur, yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan warung martabak, menangis saat berada di kantor polisi. Gara-garanya, dia tepergok saat mencuri helm.

2017-12-15 02:06:00
Pencurian
Advertisement

Ramadhan, seorang remaja asal Samarinda, Kalimantan Timur, yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan warung martabak, menangis saat berada di kantor polisi. Gara-garanya, dia tepergok saat mencuri helm.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita sore tadi. Gelagat Ramadhan, terlihat mencurigakan hendak mencuri helm dari motor yang terparkir di kawasan ruko, di Jalan Dr Soetomo, Samarinda.

Kecurigaan warga sekitar benar. Saat mengambil dan membawa helm di motor, dan hendak meninggalkan lokasi begitu saja, dia tertangkap tangan warga yang sudah mengawasi gerak geriknya.

"Awalnya ngapain ini orang (Ramadhan) kok mondar mandir seperti orang gelisah. Curiganya mau curi helm. Ternyata benar. Dia tepergok setelah mencuri dan membawa helmnya," ujar Ediansyah (41), warga Jalan Dr Soetomo, kepada wartawan di lokasi kejadian.

"Sempat dipukuli tadi sama yang memergoki, setelah dia pergi bawa helm. Untungnya belum begitu banyak warga lain yang datang," ujar Ediansyah.

Menghindari Ramadhan jadi korban amuk massa, dia bergegas diamankan ke kantor Polsekta Samarinda Ilir di Jalan Bhayangkara, bersama motornya. Tiba di kantor polisi, matanya berkaca-kaca sambil menelpon orangtuanya, minta bantu dibebaskan.

"Saya kerja di terang bulan (Martabak) Pak. Tadi saya ambil (helm) di ruko-ruko, tapi tertangkap warga," kata Ramadhan usai menelpon orangtuanya.

"Saya sudah dua kali (curi helm). Yang pertama curi di Jalan Ruhui Rahayu (Letjend S Parman). Rencananya helm ini mau saya jual ke pengumpul (penadah) helm curian, harganya Rp 70 ribu. Uangnya buat bayar utang," sebut Ramadhan.

Sampai sore ini, Ramadhan masih diamankan polisi. Upaya dia menelpon orangtuanya berhasil. Namun demikian, bukan orangtuanya yang akan datang. "Nanti kakak saya ke sini," ujar Ramadhan kepada petugas kepolisian.

Baca juga:
Puluhan kali curi kambing, Restu ditangkap polisi
Hilangkan jejak, komplotan curanmor di Kutai Barat memereteli 23 motor
Ditinggal mengungsi, Pura Soaka di Bali dibobol maling
Tepergok curi sepatu jemaah masjid, Suhartono nyaris tewas dihajar massa
Diperintah dukun, penjual bakwan kawi curi celana dalam perempuan untuk penglaris

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.