Teladan Ulama: Fondasi Kuat Bangsa Berkarakter dan Sejahtera
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengajak masyarakat meneladani ulama untuk melahirkan bangsa berkarakter, mandiri, dan sejahtera.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk meneladani ulama dan guru. Ajakan ini disampaikan untuk mengukuhkan karakter dan spiritual bangsa, serta mendorong masyarakat agar semakin berdaya, mandiri, dan sejahtera di masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menko PM Muhaimin Iskandar dalam sebuah keterangan di Jakarta pada Minggu, 21 Juni 2026. Ia hadir dalam peringatan Hari Guru ke-109 dan Hari Silsilah Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah Prof Saidi Syekh Kadirun Yahya Muhammad Amin Al-Khali.
Acara penting ini diselenggarakan di Pendopo Surau Qutubul Amin, Depok, Jawa Barat, menjadi momentum refleksi. Muhaimin Iskandar menekankan bahwa nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan guru harus terus menjadi penerang jalan bagi kemajuan bangsa.
Membangun Bangsa dengan Kekuatan Moral dan Spiritual
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan ekonomi dan teknologi semata. Lebih dari itu, bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki kekuatan moral, spiritual, dan karakter yang kokoh.
Menurutnya, warisan tak ternilai ini harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai fondasi utama pembangunan. Pembangunan masyarakat yang berkelanjutan tidak cukup hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan fisik.
Pemberdayaan yang sesungguhnya harus dibangun di atas fondasi moral dan spiritual yang kuat. Hal ini penting agar mampu melahirkan masyarakat yang mandiri, berintegritas tinggi, dan memiliki daya saing global.
Kontribusi Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah dalam Pemberdayaan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Menko PM Muhaimin Iskandar mengajak seluruh keluarga besar Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah untuk terus melestarikan ajaran dan keteladanan para guru. Kontribusi nyata ini dianggap penting dalam upaya membangun masyarakat yang berdaya dan bangsa yang kuat.
Kegiatan peringatan Hari Guru dan Hari Silsilah Thariqah ini menjadi pengingat akan jasa besar para guru, ulama, dan mursyid tarekat. Mereka telah berperan vital dalam membangun kekuatan spiritual masyarakat sekaligus memperkuat persatuan bangsa Indonesia.
Muhaimin Iskandar menambahkan bahwa Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah memiliki peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Melalui pendidikan spiritual yang diwariskan, tarekat ini telah menjadi bagian dari upaya membentuk manusia Indonesia yang mencintai agama, bangsa, dan tanah airnya.
Ajakan Menjadi Pribadi Unggul dan Bermanfaat
Menko PM Muhaimin Iskandar juga menyampaikan pesan agar seluruh warga, khususnya bangsa Indonesia, senantiasa istiqomah. Istiqomah di sini berarti terus-menerus berusaha menjadi pribadi-pribadi yang unggul.
Keunggulan ini, lanjutnya, adalah modal dasar untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi sesama manusia. Selain itu, menjadi pribadi yang bermanfaat juga untuk umat, bangsa, dan negara.
Semoga nilai-nilai yang diwariskan para ulama dan guru terus menjadi cahaya bagi perjalanan bangsa ini. Dengan demikian, persatuan akan semakin kuat dan masyarakat akan terus berdaya, mandiri, serta sejahtera.
Sumber: AntaraNews