Tegas Kapolrestabes Bandung Soal Penindakan Geng Motor: Sikat di Dalam Kota, Sekat dari Luar Kota
Budi menambahkan, pihaknya terus melakukan patroli dan operasi penertiban untuk menekan aktivitas kelompok bermotor.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono kembali menegaskan sikapnya untuk tidak mentoleransi aksi-aksi geng motor yang kerap memicu keresahan di tengah masyarakat. Kelompok mana pun yang bikin onar di Kota Kembang bakal ditindak sesuai hukum yang berlaku.
"Sekali lagi saya ingatkan bagi pelaku geng motor yang bermain di Kota Bandung akan saya tangkap, kita proses secara undang-undang yang berlaku," ujarnya, kepada wartawan, dikutip Jumat (5/12).
Budi menambahkan, pihaknya terus melakukan patroli dan operasi penertiban untuk menekan aktivitas kelompok bermotor. Langkah tersebut menurutnya telah menunjukan hasil, di mana dalam beberapa waktu terakhir, keberadaan geng motor di Kota Bandung mulai menurun.
Namun, sebagian besar pelaku yang masih berkeliaran justru berasal dari luar Bandung, terutama saat akhir pekan. Seperti dalam kasus penyerangan terhadap Agus Nugraha kemarin, penjual martabak di Inhoftank, Bojongloa Kidul, di mana 3 pelaku yang berhasil ditangkap berasal dari Kabupaten Bandung.
"Jadi kita melihat di sini, geng motor beberapa kali kita operasi di Kota Bandung. Alhamdulillah sudah mulai turun, tetapi masih banyak pelaku-pelaku dari luar Kota Bandung yang memang pada malam weekend bermain di Kota Bandung,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya menegaskan akan memperketat penjagaan di pintu-pintu masuk Kota Bandung. Sebagai pencegahan, patroli dan penyekatan bakal digelar di sejumlah titik perbatasan untuk mencegah masuknya gerombolan bermotor dari wilayah lain, ke Kota Kembang.
"Jadi kalau berani masuk di Kota Bandung akan kita sikat, kita tangkap," tegas Budi.
Tidak Ada Ruang Bagi Geng Motor
Ia kembali mengingatkan bahwa maklumat Kapolda Jawa Barat menegaskan tidak ada ruang bagi geng motor untuk bertindak onar dan menebar keresahan di di tengah masyarakat.
"Jadi jangan lagi, saya ingatkan, jangan. Masuk Kota Bandung, akan kita operasi di perbatasan untuk para geng motor di wilayah di luar Kota Bandung,” tuturnya.
Terkait banyaknya anggota kelompok motor yang teridentifikasi masih merupakan pelajar sekolah, ia pun meminta masyarakat terutama dari elemen orang tua dan guru untuk dapat berperan pro aktif dalam pengawasan anak-anak di lingkungan masing-masing.
Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi pelajar yang berurusan dengan hukum karena menyebabkan gangguan kenyamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
"Kalau lihat anak-anak mudanya, masih kecil bawa motor, tolong ingatkan. Jangan ikut geng motor. Kalau mau jalan-jalan, jalan biasa saja," pesannya.