LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tanggapi Ridwan Kamil, Kota Bekasi Masih Berlakukan Isolasi Mandiri di Rumah

Karena itu, Ridwan Kamil meminta kepala daerah memanfaatkan gedung-gedung atau bangunan milik negara sebagai tempat karantina mandiri. Hotel juga bisa dimanfaatkan, karena biayanya ditanggung oleh BNPB.

2021-02-03 16:20:48
Covid-19
Advertisement

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat tetap mempersilakan orang yang terpapar Covid 19 melakukan isolasi mandiri di rumah. Dengan catatan, tempat yang dipakai memenuhi persyaratan dan tidak berpotensi menularkan kepada keluarga atau orang lain.

"Kalau di rumahnya memenuhi standar (resprentatif), kenapa tidak? Karena kita kan ada (dokter) visit puskesmas untuk memantau perkembangan pasien selama dua hari sekali," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Rabu (3/2).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta seluruh kepala daerah di wilayahnya untuk menghentikan isolasi mandiri di rumah. Sebab Kang Emil itu, mengutip hasil kajian, karantina mandiri justru menjadi akar muasal penularan klaster keluarga secara masif.

Advertisement

Karena itu, Ridwan Kamil meminta kepala daerah memanfaatkan gedung-gedung atau bangunan milik negara sebagai tempat karantina mandiri. Hotel juga bisa dimanfaatkan, karena biayanya ditanggung oleh BNPB.

"Beda lagi kalau rumahnya kumuh, sempit, ya wajar lah pak Gubernur Jawa Barat minta begitu, tetapi kalau representatif ya enggak apa-apa melakukan isolasi mandiri," kata Rahmat Effendi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi rasio positif (positif rate) selama pemberlakuan kebijakan pembatasan kegiatan manusia (PPKM) mencapai 20,60 persen. Ini lima kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Advertisement

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Sukrawati menuturkan, sumber penularan virus corona di Kota Bekasi masih didominasi dari klaster keluarga. Ia menyebut, selama pandemi ada 6.114 kasus dari klaster tersebut, dimana pada pertengahan bulan ini kasus aktif dari klaster itu mencapai 606 keluarga.

"Anggota kelurga yang berkegiatan (di luar rumah) ini lah yang mungkin punya risiko terpapar," ucap Dezy pekan lalu.

Dilansir dari situs corona.bekasikota.go.id, jumlah kasus aktif di Kota Bekasi sekarang ada 3.239 orang, mereka menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri di rumah. Secara kumulatif, kasus sudah mencapai 25.449.

Sementara itu, kasus sembuh sebanyak 21.826 dan pasien meninggal dunia sebanyak 384 orang.

Baca juga:
Insentif Pajak Diperpanjang Hingga Juni 2021, Pemerintah Rogoh Rp 42 T
Menristek Jelaskan Progres Vaksin Merah Putih di DPR
RSUD Tipe D Beroperasi, Bekasi Tambah 100 Tempat Tidur Isolasi untuk Pasien Covid-19
PPKM Gagal Diterapkan, Ini Saran Epidemolog UGM untuk Pemerintah
Tarif GeNose di Stasiun Rp20.000 Selama Masa Uji Coba
Covid-19 di Ibu Kota Tinggi, Ketua DPRD DKI Salahkan Orang Luar Jakarta

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.