Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Bogor Diperpanjang 14 Hari
Selain itu, pemerintah Kecamatan Cigudeg, Nanggung, Sukajaya dan Jasinga meminta waktu sekitar satu pekan, untuk memvalidasi data bangunan rumah rusak berat, sedang dan ringan usai diterjang bencana.
Masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Bogor, akan diperpanjang hingga 14 hari ke depan terhitung sejak Rabu (15/1). Salah satu alasannya karena masih ada beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Sukajaya, akses jalan tertutup material longsor.
Namun, masa perpanjangan ini belum dipastikan, karena baru saja dirapatkan dan belum diajukan kepada Bupati Ade Yasin maupun Danrem 061/Suryakencana, Brigjen TNI Novi Helmi Prasetya.
"Karena masih butuh alat berat dari Kementerian PUPR untuk membuka akses-akses jalan yang tertutup material longsor. Setelah ini kami akan sampaikan ke pimpinan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin usai Rapat Koordinasi Data Kebencanaan Kecamatan Terdampak di Kantor Kecamatan Cigudeg, Rabu (15/1).
Selain itu, pemerintah Kecamatan Cigudeg, Nanggung, Sukajaya dan Jasinga meminta waktu sekitar satu pekan, untuk memvalidasi data bangunan rumah rusak berat, sedang dan ringan usai diterjang bencana.
"Hari ini, kami terima laporan ada 4.000 rumah warga rusak berat, sedang dan ringan dari empat kecamatan itu. Tapi ini akan divalidasi kembali dan diperkirakan rampung seminggu ke depan selesai," kata Burhan.
Dia menjelaskan, meski akses utama ke 9 desa di Kecamatan Sukajaya yang sempat tertutup longsor telah terbuka, namun akses belum normal sepenuhnya, karena masih terdapat gundukan tanah yang menyulitkan pengguna jalan.
"Saat ini masih Desa Cileuksa dan Cisarua belum bisa normal dilalui. Kondisinya masih berat, terutama saat hujan. Terutama di kampung-kampungnya ya itu masih banyak akses yang tertimbun longsor," kata Burhan.
Saat ini, 17 unit alat berat terus bekerja membuka akses dan membersihkan sisa-sisa tanah akibat longsor. "Mudah-mudahan cuaca bia cerah terus. Soalnya kadang ada longsor-longsor susulan kecil dan itu sedikit menghambat alat berat bekerja," jelasnya.
Sementara Bupati Ade Yasin, mengaku akan merapatkan dulu berapa lama masa perpanjangan tanggap darurat bencana. "Tadi kan baru dirapatkan sama Pak Sekda. Saya sih inginnya lebih cepat. Karena kita mau fokus untuk penanganan infrastruktur pasca bencana," ujar Ade.
Baca juga:
Jembatan Gantung Roboh, Warga Andalkan Rakit Bambu untuk Menyeberang
19.246 Korban Longsor Sukajaya Masih Mengungsi, Wacana Bedol Desa Sedang Dikaji
1.520 Hektare Sawah di Bogor Rusak Akibat Bencana Longsor dan Banjir
Korban Banjir Bandang di Jasinga Ditemukan Tewas Terkubur Pasir
Minim Bantuan Alat Berat, Pemulihan Pascabanjir di Perumahan Warga Sangat Lambat