LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tangan Kivlan Zen Terluka Kena Kawat Berduri Saat Eksekusi Hotel Sultan

Mantan Pangkostrad Kivlan Zen bergabung dengan kelompok yang menolak pelaksanaan eksekusi terhadap Hotel Sultan.

Kamis, 18 Jun 2026 12:59:00
kivlan zen
Mantan Pangkostrad Kivlan Zen saat diwawancari awak media. (Liputan6.com/ Rifqy) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Mantan Pangkostrad, Kivlan Zen, mengalami luka di tangan kiri saat memimpin orasi massa yang menolak eksekusi di Hotel Sultan pada Kamis (18/6/2026).

Luka tersebut terjadi akibat tergores oleh kawat berduri setinggi 100 sentimeter yang dipasang untuk mencegah akses masuk ke halaman Hotel Sultan selama proses eksekusi berlangsung.

"Tadi saya kan rundingan dengan Kapolres (Jakarta Pusat). Saya katakan, supaya Kapolres tenang saja. Jangan melakukan langkah masuk ke dalam (Hotel)," jelas Kivlan saat dijumpai di dalam Hotel Sultan.

Ketika berhadapan dengan Kapolres, dorongan dari massa di belakang menyebabkan Kivlan terkena kawat berduri.

Advertisement

"Jadi kan Kapolres di depan, kawat durikan kita siapkan ada di sini gitu. Karena ada dorongan-dorongan dari belakang, saya mau begini langsung kena kawat berduri," katanya.

Kivlan menegaskan bahwa tangannya tidak robek, melainkan hanya tergores.

Advertisement

"Cuma gores saja tapi enggak apa-apa. Jadi ada sumbangan darah saya untuk ini, untuk perjuangan, ada sumbangan darah," tuturnya.

Setelah terkena kawat berduri, Kivlan diselamatkan oleh massa pendukung Hotel Sultan dan beberapa orang lain untuk mendapatkan perawatan medis.

Kivlan Zen Masuk Kelompok yang Menolak

Sebelumnya, Kivlan Zen berada di antara massa yang mendukung Hotel Sultan dan sempat memberikan orasi menolak eksekusi pengosongan hotel tersebut.

"Sama-sama kita punya hak konstitusional dan sama-sama kami adalah anak bangsa Indonesia! Jadi tidak bisa diintimidasi polisi untuk mengusir kami! Untuk suara masyarakat pribumi apakah tidak bisa memberikan kesempatan?," ungkap Kivlan.

Pernyataan ini mencerminkan ketidakpuasan dan perjuangan masyarakat yang merasa terpinggirkan.

Di hadapan Kivlan, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung tetap menyampaikan komando eksekusi dengan tegas.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung meminta massa untuk meninggalkan halaman Hotel Sultan.

Namun, upaya persuasif tersebut tidak berhasil dan justru menimbulkan ketegangan di antara kedua belah pihak.

"Bapak, Ibu, saudara-saudari sekalian, warga di hadapan saya, tereksekusi dan warga simpatisan agar dapat meninggalkan gedung ini. Karena kami akan masuk untuk mendampingi juru sita dalam pelaksanaan penetapan Pengadilan Jakarta Pusat. Silakan!," kata Kapolres, yang berusaha menenangkan situasi.

Ketegangan semakin meningkat ketika TNI dan Polri, yang dilengkapi dengan tameng, mencoba memasuki halaman yang telah dipasangi kawat duri.

Massa yang merasa terdesak kemudian melempari personel gabungan dengan batu dan botol. Situasi ini membuat bentrokan antara kedua pihak tidak dapat dihindari.

Polisi pun terpaksa mengerahkan satu dari dua water cannon yang disiagakan di lokasi untuk mengendalikan kerumunan.

Akibatnya, massa mulai kocar-kacir, mundur ke berbagai arah, bahkan ada yang melarikan diri ke dalam hotel untuk mencari perlindungan.

Advertisement

Dalam situasi ini, personel gabungan mengambil kesempatan untuk mengejar massa yang terpecah, sambil mengimbau mereka yang bersembunyi di dalam hotel untuk segera keluar.

Berita Terbaru
  • Bantuan Listrik Blora Diupayakan untuk 25 Keluarga di Desa Buluroto: Akses Energi untuk Warga Prasejahtera
  • Pemkab Pati Siapkan Destinasi Wisata Pati untuk Sambut Outing Class Pelajar dan Dongkrak Ekonomi Lokal
  • Cuaca Ekstrem Pulau Morotai Renggut Nyawa Nelayan, BNPB Imbau Warga Waspada
  • Amanah Aceh Kembangkan Budidaya Melon Golden Alisha, Gerakkan Ekonomi Warga Lokal
  • Military Drumband Madiun Meriahkan Hari Jadi ke-108, Libatkan Sembilan Sekolah Jatim
  • berita update
  • hotel sultan
  • kivlan zen
  • konten ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Fauzan Jamaludin
R
Reporter Rifqy Alief Abiyya, Ahmad Apriyono
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.