LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tanah Bergerak di Cianjur, Jalan Ambles dan Seratusan Warga Mengungsi

Seratusan warga di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat, mengungsi karena pergerakan tanah. Bahkan akibat pergerakan tanah itu, satu kampung terisolir karena jalan utama penghubung antarkampung ambles sedalam 2 meter sehingga tidak dapat dilalui.

2021-02-09 18:03:22
Tanah Longsor
Advertisement

Seratusan warga di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat, mengungsi karena pergerakan tanah. Bahkan akibat pergerakan tanah itu, satu kampung terisolir karena jalan utama penghubung antarkampung ambles sedalam 2 meter sehingga tidak dapat dilalui.

Sektretaris BPBD Cianjur Irfan Sopyan mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan terkait dampak pergerakan tanah yang terjadi di sebagian besar Desa Rawabelut. Data sementara 16 rumah terdampak dan 102 orang mengungsi ke sejumlah tempat.

"Kami juga mendapat laporan akibat pergerakan tanah jalan utama penghubung antar kampung ambles sedalam 2 meter, sehingga 105 orang warga di Kampung Cipari terisolir. Pergerakan tanah terus meluas dan mengancam beberapa perkampungan lainnya di desa yang sama," katanya. Dikutip dari Antara.

Advertisement

Saat ini, puluhan petugas gabungan dan Relawan Tangguh Bencana (Retana) disiagakan di lokasi, untuk memantau situasi dan segera mengevakuasi warga jika pergerakan tanah terus meluas dan mengancam perkampungan.

Bahkan pihaknya akan mendirikan tenda pengungsian bagi warga yang saat ini menumpang di rumah saudara dan tetangga karena rumah mereka rusak akibat pergerakan tanah, terutama di bagian lantai dan dinding bangunan, sehingga rawan ambruk mengancam keselamatan pemilik.

Pantauan di lokasi, pergerakan tanah di Desa Rawabelut, pernah terjadi di tahun 2014 dan 2016, namun kedalamannya tidak separah tahun ini, di mana pergerakan dan kedalaman beragam mulai dari 1 meter hingga 2 meter, sehingga merusak rumah warga dan jalan utama antar kampung.

Advertisement

Kepala Desa Rawabelut, Sarip Hidayat, mengatakan pergerakan tanah mulai terjadi sejak satu hari sebelumnya setelah hujan deras mengguyur lebih dari empat jam, sehingga pergerakan tanah terjadi hampir bersamaan di sejumlah perkampungan dengan kedalaman beragam.

"Kami langsung mengimbau warga untuk mengungsi karena takut pergerakan tanah meluas dan dapat merusak rumah warga seperti tahun sebelumnya, dimana beberapa rumah warga roboh karena pergerakan tanah. Namun, melihat luas dan kedalaman, pergerakan tanah tahun ini, cukup parah dibandingkan tahun sebelumnya," kata Sarip.

Ia menambahkan hingga saat ini, pihaknya bersama petugas gabungan masih melakukan pendataan berapa banyak rumah yang terdampak mulai dari roboh, rusak berat dan rusak ringan. Dari beberapa laporan yang masuk belasan rumah rusak berat dan beberapa diantaranya roboh.

Baca juga:
Kabupaten Subang Dikepung Banjir dan 5 Tanah Longsor
Longsor Akibat Hujan Deras di Semarang, Dua Orang Tewas
Direlokasi ke Tempat Aman, Warga Dusun Mati di Majalengka Malah Risaukan Masalah Ini
Satu Rumah Warga Rusak Akibat Longsor di Kali Ciliwung Pejaten Timur
Ada Longsor Susulan, Jalur Malang-Kediri Kembali Terputus
Kondisi Geologi Penyebab Tanah Longsor di Sumedang

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.