LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tak terima lapak dibongkar, PKL lepaskan anjing ke arah Satpol PP

Pemilik lapak tersebut sengaja melepas anjing peliharaannya untuk menghambat kerja para petugas Satpol PP.

2015-02-26 14:03:31
Satpol PP
Advertisement

Pembongkaran puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang aliran Sungai Kalibaru atau tepi Jalan Raya Bogor-Jakarta, Sukaraja, Kabupaten Bogor diwarnai kericuhan.

Kericuhan terjadi lantaran para penghuni lapak menolak tempat usahanya dibongkar saat puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor menertibkan bangunan semi permanen satu per satu.

Namun, baru beberapa lapak yang dibongkar, kericuhan pun terjadi. Salah seorang pemilik lapak yang telah dibongkar merasa pembongkaran dinilai tebang pilih. Lantas dia mengamuk dan mencoba membongkar lapak PKL lainnya. Baku hantam pun tak terhindarkan antara pemilik lapak. Beruntung petugas kepolisian langsung melerai mereka.

Keributan kembali terjadi saat pemilik lapak menolak lapaknya dibongkar. Pemilik lapak tersebut sengaja melepas anjing peliharaannya untuk menghambat kerja para petugas Satpol PP. Petugas Satpol PP pun mengamuk dan kericuhan pun tak terhindarkan. Pemilik lapak akhirnya mengalah dan petugas Satpol PP berhasil membongkar lapak yang digunakan sebagai warung Lapo.

Saat proses pembongkaran, salah seorang petugas Satpol PP terluka dengan mengeluarkan darah dari bagian hidung. Diduga petugas tersebut terluka terkena bambu bangunan lapak saat pembongkaran.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) Satpol PP Kabupaten Bogor, M Asnan mengatakan pembongkaran dilakukan karena lapak yang dibangun di pinggiran Sungai Kalibaru melanggar Perda nomor 8 tahun 2006 tentang ketertiban umum.

"Mereka sudah kami beri peringatan untuk membongkar sendiri, tapi malah belum dibongkar. Maka terpaksa kami bongkar," jelasnya di sela-sela pembongkaran, Kamis (26/2).

Pihaknya akan melakukan pengawasan kepada seluruh bangunan yang telah dibongkar agar para pemilik lapak tidak kembali mendirikan bangunan di sepanjang aliran Sungai Kalibaru.

Yanto, 33, salah seorang pemilik lapak mengaku pasrah bangunan semi permanen yang selama ini biasa digunakan untuk berjualan kopi dan minuman ringan. "Saya sudah 4 tahun bangun lapak di sini. Ya gak papa, saya juga gak bayar. Tapi nanti saya mau bangun lapak lagi di sini," ungkapnya.

Baca juga:
Pemprov DKI gusur PKL di lokasi sementara ke pasar tradisional
Ahok siap bantu KAI bereskan PKL di semua jalur kereta
Jadi tukang gali kubur, Iyan kerap melihat sosok hantu tanpa kepala
'Ketahuan, Ruki & Seno Adji bukan perkuat malah lemahkan KPK'
Angga dan siswi SMK rekam video mesum terinspirasi Ariel-Luna Maya
1 Tahun Berlalu, Suami Tetap Ngotot Tidur Bareng Mayat Istrinya!

Jangan lewatkan:
Parahnya kelakuan Wakapolsek mabuk, sekap SPG & rusak polsek
Kisah Bripda Eka, polwan manis yang nyambi jadi tukang tambal ban
Jenderal kena korupsi, polwan cantik ini cari uang dari tambal ban
Derita janda tinggal di gubuk reyot, setiap hari makan nasi garam
Sosok Kombes Viktor di tengah kontroversi penangkapan BW
Jerman Larang Geng `Satudarah Maluku`

Advertisement
(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.