Tak punya biaya operasi kanker payudara, nenek Biji berobat ke dukun
Tak punya biaya operasi kanker payudara, nenek Biji berobat ke dukun. Selama lebih dari 1,5 tahun nenek Ni Ketut Biji menahan sakit dari penyakit kanker payudara yang dialaminya. Wanita berumur 70 tahun ini hanya bisa pasrah di gubuknya di dusun Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng Bali.
Selama lebih dari 1,5 tahun nenek Ni Ketut Biji menahan sakit dari penyakit kanker payudara yang dialaminya. Wanita berumur 70 tahun ini hanya bisa pasrah di gubuknya di dusun Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng Bali.
Menurut penuturan menantunya, Jro Putu Suwiranata (55), luka yang dialami mertuanya itu ada pada bagian payudara bagian kiri. Menurut dia, 1,5 tahun lalu sempat diperiksakan ke dokter dan disarankan agar segera dioperasi.
Dengan keterbatasan biaya, keluarga nenek Biji pun akhirnya dioperasi pada bagian payudara kirinya. Sayangnya, operasi tersebut dianggap gagal mengangkat penyakit yang diderita nenek Biji. Lantaran mengeluh sakit, kembali dirinya diperiksakan ke dokter.
"Saat itu disarankan untuk kembali dilakukan operasi. Kami sekeluarga bingung, uang dari mana. Kok lagi dioperasi," tutur Jro Putu, Selasa (1/11).
Belum cukup sampai di situ. Untuk menunggu jadwal operasi selama sebulan, Biji disarankan agar memeriksakan 3 hari sekali kontrol. Bahkan saat akan operasi pihaknya harus membeli darah yang harganya Rp 1,5 juta per kantong.
"Biaya kontrol dan perjalanan ke rumah sakit saja kami sudah berat. Kami juga harus membeli kantung darah seharga Rp 1, 5 juta. Itu kalau hanya butuh satu kantung darah, kalau butuh lebih banyak," Tanyanya serasa heran banyak kegiatan donor darah tetapi pasien masih harus beli.
Lantaran biaya terlalu besar terlebih keluarganya tergolong keluarga yang tidak mampu, mereka memutuskan untuk tidak melakukan tindakan operasi.
Ia pun mengaku, bingung saat itu lantaran luka pada payudara kiri mertuanya itu, semakin parah terus mengeluarkan darah dan nanah. "Kami tepaksa melakukan pengobatan ke Balian (dukun di Bali). Sesakali kontrol ke puskesmas desa," kata dia.
Kondisi yang dialami Nenek Biji memang memprihatinkan. Kini nenek Biji hanya bisa berdiam di rumah yang sederha bersama anak dan menantunya.
Sebelum mengalami kondisi ini, Biji merupakan orang selalu bekerja keras sebagai buruh harian pemetik anggur, untuk menghidupi keluarganya, lantaran kondisinya seperti ini, kini Biji tidak bisa lagi untuk bekerja. Biji dan keluarganya berharap, nantinya ada pihak terkait yang bersedia untuk membantu kesembuhan lukanya.
Baca juga:
Pemilik Padepokan Satrio Aji kerap jual barang klenik lewat online
Cerita sadis sopir taksi online di Depok dibunuh orang padepokan
Supranatural kondang ditangkap, diduga terlibat pembunuhan berencana
Ahli supranatural, bupati perempuan di Bali rajin obati warga
Usai bunuh pasien, dukun di Samarinda sempat melayat ke rumah duka
Pelet bikin abah Kamad sanggup taklukan hati 39 perempuan
Banyak istri muda pakai pelet biar suami tetap lengket