Tak hanya disiksa, Elsa juga tak pernah disekolahkan pamannya
Meski tidak duduk di bangku sekolah, Elsa bertekad tetap bisa membaca dan menulis.
Tak hanya kerap mendapatkan penyiksaan fisik, Elsa (12) juga tidak mendapatkan hak-hak pribadinya. Sebab, selama tinggal bersama pamannya di Jalan Haji Ipin, Blok A, Nomor 95, Pondok Labu, Jakarta Selatan, dia tidak pernah mengeyam pendidikan formal.
Elsa merupakan bocah yang dibuang ke Palembang oleh pamannya bernama Rahman, dua pekan lalu. Elsa kemudian diasuh Sunarti (33) warga Palembang.
Dengan lirih, Elsa mengaku iri dengan teman-teman sebayanya yang bisa sekolah. Namun, niatnya itu hanya bisa dipendam sebab tidak diperbolehkan oleh pamannya.
"Tidak pernah sekolah. Cuma tinggal di rumah aja," ungkap Elsa, Rabu (17/12).
Meski tidak duduk di bangku sekolah, Elsa bertekad tetap bisa membaca dan menulis. Untuk mencapai tujuannya itu, dia minta diajari oleh bibi atau teman tetangganya.
"Bisa sedikit-sedikit. Lumayan dari pada nggak bisa sama sekali," kata dia.
Sementara Sunarti berencana akan memasukkan Elsa ke sekolah jika Elsa bulat mau tinggal bersamanya. Selain kasihan, Sunarti kagum kecerdasan anak berambut ikal itu meski tidak pernah sekolah.
"Walaupun umurnya sudah 12 tahun, saya usahakan dia (Elsa) bisa sekolah. Lagian, anaknya juga cerdas," tukasnya.
Baca juga:
Sebelum dibuang, sejak umur 5 tahun Elsa kerap disiksa pamannya