LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tak Diterima Ditegur, Siswa SMP di Lutra Pukul Guru Perempuan

Seorang siswa sekolah menengah pertama di Luwu Utara (Lutra) memukul guru dan temannya karena tak terima ditegur.

Senin, 06 Nov 2023 19:16:00
siswa pukul guru
Tak Diterima Ditegur, Siswa SMP di Lutra Pukul Guru Perempuan (merdeka.com)
Advertisement

Seorang siswa sekolah menengah pertama di Luwu Utara (Lutra) memukul guru dan temannya karena tak terima ditegur.

Tak Diterima Ditegur, Siswa SMP di Lutra Pukul Guru Perempuan

Kini kasus tersebut dalam penanganan Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Lutra.

Kasatreskrim Polres Lutram Ajun Komisaris Joddi Titalepta menjelaskan kasus siswa memukul gurunya bernama Hasnayani terjadi pada Rabu (1/11) lalu sekitar pukul 12.30 Wita. Pemukulan dilakukan siswa tersebut setelah dilakukan apel siang.

"Hasil interogasi sementara, kejadian hari Rabu, sekitar jam 12.30 siang. Seperti biasa, aktivitas anak sekolah sebelum pulang, apel siang dulu," ujarnya, Senin (6/11).

Saat apel siang di depan kelas, sang guru melihat salah satu murid perempuan menangis. Saat itulah Hasna bertanya kenapa siswi tersebut menangis.

"Ibu Hasna bilang 'kenapa menangis nak?' Dijawablah, si anak ini bilang saya di-patte ibu. Akhirnya merasa sakit ya menangis," tuturnya.

Saat itu, Hasna bertanya siapa yang melakukan tindakan itu. Saat itulah siswi tersebut menyebut nama pelaku.

"Secara spontanitas guru ini menegur murid ini. Ibu guru ini bilang tidak boleh kasih begitu temanmu, perempuan itu nupatte sampai merah matanya dan menangis," ungkapnya.

Advertisement

Setelah ditegur pelaku tidak terima dan mengamuk. Akhirnya, siswa ini memukul guru Hasna.

"Tiba-tiba siswa ini melakukan penganiayaan kepada ibu guru dengan cara memukul. Jadi, pengakuan guru dua kali dipukul. Satu kali bagian dada, satu kali bagian punggung," bebernya.

Beruntung, saat itu siswa lainnya melerai dan melindungi Hasna.

Seusai pemukulan tersebut, Hasna melaporkan muridnya ke polisi.

"Dia (Hasna) melapor pada hari Jumat sore. Sementara laporan polisinya baru keluar dari pimpinan. Jadi tersangkanya saat ini dilakukan penjemputan di sekolah," tuturnya.

Advertisement

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Luwu Utara Misbah mengatakan upaya mediasi sudah dilakukan terkait masalah ini. Upaya mediasi bukan hanya dilakukan kepala sekolah, tetapi juga camat dan Bhabinsa.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) untuk dilakukan mediasi dengan keluarga siswa ini. Tetapi waktu mau mediasi, ayah siswa tidak bisa datang karena sedang berada di Morowali," ujarnya.

Kepala sekolah pun melakukan mediasi kembali dilakukan dengan menghadirkan Sekretaris Desa (Sekdes) yang dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan. Hasil mediasi tersebut diputuskan siswa yang memukul gurunya dikembalikan ke keluarganya.

"Kita sepakati, walaupun belum tertulis, pertama Kepsek tetap memediasi dan memberikan pemahaman kepada pihak keluarga anak yang memukul itu untuk turut membina anak ini. Kedua kita mencoba bagaimana anak ini dipindahkan ke sekolah lain dengan pertimbangan supaya tidak menjadi contoh buruk," sebutnya.

Terkait laporan polisi, Misbah mengaku menyerahkan kepada Polres Lutra. Apalagi, polisi sudah memegang bukti visum.

"Kita tinggal menunggu keputusan dari Polres. Berdasarkan informasi tadi langsung dari gurunya, Bu Hasna sudah ada dimintai keterangan," bebernya.

Advertisement

Misbah mengaku sangat menyesalkan adanya tindakan siswa yang memukul gurunya. Baginya, kejadian tersebut bisa menjadi contoh buruk bagi pendidikan di Lutra.

"Kita berharap orang tua juga ikut memberikan pembinaan. Mudah-mudahan ini kejadian terakhir murid yang memukul gurunya," pungkasnya.

Berita Terbaru
  • Jangan Dianggap Enteng, Keringat Terlalu Asin Ternyata Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius
  • Malam 1 Sura, Keraton Jogja Gelar Wayangan dan Mubeng Beteng
  • AS Iming-imingi Iran dengan Uang Jika Setop Pengembangan Nuklir, Nilainya Rp 5 Kuadriliun
  • Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia
  • Pengalaman Tak Terlupakan Jemaah Haji Termuda Asal Sulsel: Cuaca Panas hingga 47 Derajat Celcius
  • kriminal
  • murid pukul guru
  • penganiayaan
  • regional
  • siswa pukul guru
  • sulawesi selatan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yan Muhardiansyah
I
Reporter Ihwan Fajar
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.