Tahukah Anda? Penyuluh Agama Sumsel Kini Jago Bikin Konten Digital untuk Dakwah Inklusif
Puluhan penyuluh agama di Sumatera Selatan dilatih khusus untuk menguasai pembuatan konten digital, meningkatkan kapasitas mereka dalam menyebarkan dakwah yang inklusif dan transformatif di era modern.
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan mengambil langkah proaktif dengan melatih puluhan penyuluh agama di provinsi tersebut. Pelatihan ini berfokus pada cara membuat informasi atau konten secara digital, sebuah inisiatif yang krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Acara yang bertajuk “Coaching Clinic Pembuatan Konten Digital yang Inklusif dan Transformatif” ini diselenggarakan di Palembang pada hari Rabu. Tujuannya adalah untuk membekali para penyuluh agama dengan keterampilan yang diperlukan agar dakwah dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.
Fatahul Hakim, Ketua Tim Kerja Penyuluh Agama Islam dan Sistem Informasi Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sumsel, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya berkelanjutan. Kemenag Sumsel berupaya meningkatkan kapasitas penyuluh agama dalam menghasilkan konten digital yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Meningkatkan Kapasitas Penyuluh Agama di Era Digital
Melalui pelatihan singkat yang bersifat personal dan terfokus, Kemenag Sumsel berharap para penyuluh agama Islam semakin adaptif. Mereka diharapkan mampu menyebarkan dakwah melalui media digital yang inklusif dan transformatif, sejalan dengan tuntutan zaman.
Para penyuluh agama didorong untuk dapat menyampaikan informasi dalam berbagai format, seperti teks, gambar, audio, dan video. Konten-konten ini kemudian akan didistribusikan melalui media digital seperti internet dan berbagai aplikasi media sosial, memperluas jangkauan pesan keagamaan.
Fatahul Hakim menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam menyebarluaskan informasi. "Penyuluh tidak hanya terjun langsung ke lapangan, tetapi juga dapat berdakwah melalui media sosial untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi secara kreatif, inovatif dan produktif,” ujarnya.
Penyuluh Agama: Garda Terdepan Dakwah Inklusif
Kepala Bidang Penaiszawa, Evi Zurfiana Azom, menambahkan bahwa penyuluh agama merupakan garda terdepan Kemenag. Peran strategis mereka sangat penting dalam menjadi duta perdamaian, menjaga kerukunan umat beragama, serta membimbing masyarakat memahami dan mengamalkan ajaran agama secara benar.
Di era digital ini, tuntutan terhadap penyuluh agama semakin kompleks. "Penyuluh agama masa kini dituntut tidak hanya memahami esensi materi dakwah, tetapi juga mahir menyampaikannya melalui media digital," kata Evi Zurfiana Azom.
Lebih lanjut, Evi menjelaskan bahwa para penyuluh tidak hanya harus mampu berbicara di mimbar. "Mereka juga harus mampu menebar pesan damai melalui platform digital yang inklusif dan memberdayakan,” tambahnya, menyoroti pentingnya adaptasi terhadap platform komunikasi modern.
Sumber: AntaraNews