Tahukah Anda? PBB Dorong Pengakuan Palestina, Indonesia Turut Serta Wujudkan Solusi Dua Negara
PBB akan gelar sesi tingkat tinggi untuk dorong **pengakuan Palestina PBB** dan solusi dua negara. Indonesia berperan aktif, akankah banyak negara ikut mengakui?
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menyelenggarakan sesi tingkat tinggi pada Minggu, 22 September, untuk mendorong pengakuan yang lebih luas terhadap Negara Palestina. Sesi ini juga bertujuan memperkuat dukungan internasional terhadap solusi dua negara, sebuah langkah krusial untuk perdamaian di Timur Tengah.
Konferensi yang bertajuk “High-Level International Conference for the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of the Two-State Solution” ini akan berlangsung dari pukul 15.00 hingga 18.00 waktu setempat. Indonesia, melalui Wakil Tetap Wakil Indonesia untuk PBB Hari Prabowo, menegaskan partisipasinya dalam upaya diplomatik ini.
Hari Prabowo menyatakan, "Tujuannya adalah untuk mendorong sebanyak mungkin negara untuk mengakui Palestina. Ini akan memperkuat posisinya dalam negosiasi perdamaian." Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pengarahan media di New York pada hari Sabtu, menyoroti urgensi pengakuan internasional.
Upaya Internasional untuk Pengakuan Palestina PBB
Konferensi tingkat tinggi PBB ini, yang diketuai bersama oleh Prancis dan Arab Saudi, berupaya menyamakan posisi Palestina dengan Israel di tingkat global. Langkah ini diharapkan dapat mencapai perdamaian di wilayah tersebut dan keadilan bagi rakyat Palestina, sebagaimana disampaikan oleh Hari Prabowo.
Keterlibatan Indonesia dalam mewujudkan solusi dua negara untuk Palestina ditunjukkan melalui partisipasinya sebagai kelompok inti yang mengadvokasi pengakuan negara Palestina. "Inisiator utamanya adalah Prancis dan Arab Saudi, tetapi ada kelompok inti, di mana Indonesia turut serta di dalamnya," jelas Prabowo.
Prabowo menambahkan bahwa di balik layar, pihak-pihak lain juga berupaya mendorong sebanyak mungkin negara untuk mengakui negara Palestina. Harapan besar disematkan agar lebih banyak negara secara resmi mengakui Palestina sebagai negara sebelum konferensi mendatang mengenai isu Palestina.
Beberapa negara seperti Inggris, Prancis, Portugal, dan Malta baru-baru ini telah menyatakan niat mereka untuk secara resmi mengakui Palestina sebelum sesi PBB. Kanada, Australia, dan Belgia juga termasuk negara yang sebelumnya telah mempertimbangkan pengakuan tersebut, menunjukkan momentum dukungan global yang meningkat.
Resolusi Majelis Umum PBB dan Deklarasi New York
Sebelum sesi tingkat tinggi ini, Majelis Umum PBB pada Jumat, 12 September, telah mengadopsi rancangan resolusi yang mendukung Deklarasi New York. Deklarasi ini berfokus pada Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara.
Resolusi tersebut disahkan dengan 142 suara mendukung, 10 menentang, dan 12 abstain, menunjukkan dukungan mayoritas dari komunitas internasional. Ini merupakan langkah signifikan dalam upaya diplomatik untuk mencapai penyelesaian konflik yang adil dan berkelanjutan.
Deklarasi New York, yang diedarkan pada konferensi internasional tingkat tinggi di PBB pada akhir Juli, menetapkan jalur yang berorientasi pada tindakan untuk resolusi damai konflik Israel-Palestina. Tujuannya adalah mewujudkan solusi dua negara yang telah lama menjadi landasan upaya perdamaian.
Adopsi resolusi ini menegaskan komitmen PBB dan negara-negara anggotanya untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan konflik. Hal ini sekaligus memberikan mandat lebih kuat bagi upaya-upaya diplomatik yang sedang berlangsung, termasuk sesi tingkat tinggi yang akan datang.
Sumber: AntaraNews