Tahukah Anda? Kapolri Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Ponpes An-Nur II Malang
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Ponpes An-Nur II Malang, menyerukan pentingnya menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini melakukan kunjungan penting ke Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur II Al-Murtadlo Bululawang Malang, Jawa Timur. Kunjungan pada Kamis, 30 Oktober ini bertujuan memperkuat sinergisitas antara pemimpin pemerintahan (umara) dan ulama di Indonesia. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri secara tegas menekankan esensi menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa sebagai modal utama. Ia juga menyoroti peran krusial kolaborasi antara kedua elemen masyarakat ini untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. Pesan ini disampaikan di tengah peringatan Hari Santri Nasional.
Menurut Jenderal Sigit, sinergisitas yang kuat antara umara dan ulama merupakan kunci vital. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong kemajuan serta kesejahteraan negara. Ini juga menjadi fondasi untuk mencapai cita-cita besar Indonesia Emas 2045 yang makmur dan sejahtera.
Memperkuat Sinergisitas Umara dan Ulama
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa sinergisitas antara umara dan ulama adalah fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Kunjungan ke Ponpes An-Nur II Al-Murtadlo Bululawang Malang ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjalin hubungan baik. Tujuannya adalah untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.
“Jadi, kalau umara (pemimpin pemerintahan) dan ulama bersama-sama, tentu kita pastikan negara Indonesia ini akan menjadi maju dan sejahtera,” ujar Kapolri. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor. Terutama antara institusi negara dan tokoh agama dalam menghadapi berbagai isu kompleks.
Semakin menguatnya sinergisitas ini, kata Kapolri, akan menjadi kunci untuk mengatasi segala bentuk tantangan yang ada di masa depan. Baik itu tantangan sosial, ekonomi, maupun keamanan. Upaya menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa menjadi prioritas utama dalam setiap langkah.
Kunjungan ini juga merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendengarkan masukan dari para ulama. Hal ini menunjukkan bahwa peran tokoh agama sangat dihargai dalam proses pengambilan keputusan. Ini adalah langkah konkret dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Persatuan dan Kesatuan Menuju Indonesia Emas 2045
Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 yang makmur dan sejahtera, Kapolri menyoroti pentingnya semangat gotong royong. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para santri dan ulama, untuk bersatu. Tujuannya adalah mewujudkan tujuan nasional yang telah dicanangkan bersama.
“Bergotong-royong untuk bisa menyelesaikan apa yang menjadi tujuan besar mewujudkan tujuan nasional, mewujudkan Indonesia yang makmur, sejahtera, dan mencapai cita-cita bersama menuju Indonesia yang kita harapkan Indonesia Emas 2045,” jelasnya. Pesan ini menekankan bahwa Persatuan dan Kesatuan adalah prasyarat mutlak.
Modal utama untuk menggapai cita-cita luhur tersebut adalah dengan senantiasa menjaga dan merawat bingkai nilai Persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia. Kapolri mengingatkan bahwa tanpa landasan ini, segala upaya pembangunan akan sulit tercapai. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan negara.
“Mungkin ini yang harus selalu kita ingatkan, harus selalu kita jaga bahwa Persatuan dan Kesatuan tentunya menjadi modal yang penting,” tegas Sigit. Penekanan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kebangsaan harus terus ditanamkan. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan pembangunan dan kemajuan.
Harapan Polri Terhadap Dukungan Ulama
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengungkapkan harapannya agar silaturahmi yang terjalin dengan para ulama dan tokoh agama dapat terus berlanjut. Ia berharap para ulama dapat memberikan masukan konstruktif. Doa dari mereka juga sangat dibutuhkan untuk kelancaran tugas Polri.
“Dengan pertemuan-pertemuan yang ada ini tentunya kita bisa saling mengisi, bisa saling mengingatkan, dan kami juga tentunya butuh untuk diberikan masukan, nasihat,” kata Kapolri. Pernyataan ini menunjukkan kerendahan hati institusi Polri. Mereka terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat.
Dukungan moral dan spiritual dari ulama dianggap sangat penting. Hal ini akan membantu seluruh jajaran institusi Polri dalam melaksanakan tugas pokok mereka dengan sebaik-baiknya. Tugas tersebut meliputi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kunjungan ke Ponpes An-Nur II Al-Murtadlo ini sekaligus menjadi momen peringatan Hari Santri Nasional. Ini adalah bentuk penghargaan Polri terhadap peran santri dan ulama. Mereka memiliki kontribusi besar dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa.
Sumber: AntaraNews