LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Susur Bengawan Solo, Kopassus temukan banyak lahan kritis

Kegiatan tersebut juga dilakukan dalam rangka penyelamatan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

2015-04-22 17:44:09
Kopassus
Advertisement

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup 2 Kandang Menjangan Kartasura Sukoharjo menemukan banyak lahan kritis di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo. Temuan tersebut didapatkan saat pasukan Baret Merah tersebut melakukan Susur Sungai Bengawan Solo, Rabu (22/4).

Kegiatan tersebut juga dilakukan dalam rangka penyelamatan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

"Susur Bengawan Solo ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian lingkungan yang dilakukan Kopassus. Karena akhir-akhir ini Bengawan Solo sedang mengalami masalah yang cukup serius," ujar Komandan Grup Dua Kopassus Kandang Menjangan, Kolonel Inf Richard Tampubolon, di sela acara.

Menurut Richard pihaknya menemukan terjadinya banyak pendangkalan akibat tumpukan sampah dan material yang masuk ke sungai tersebut. Bengawan Solo, lanjut dia juga tercemar oleh limbah yang berasal dari rumah tangga dan pabrik atau industri-industri yang tidak bertanggung jawab.

"Semakin hari, sungai yang dulu airnya cukup jernih itu semakin memprihatinkan," terangnya.

Tak hanya itu, kata Richard, kondisi bantaran sungai tanahnya mulai terkikis derasnya air sungai itu. Kondisi itu diperparah dengan adanya bantaran yang sudah gundul, sehingga air dapat dengan mudah mengikis bantaran itu dengan cepat.

"Sungai Bengawan Solo ini sudah melegenda ini harus kita jaga," ucapnya.

Pantauan merdeka.com, susur bengawan kali ini dimulai dari daerah Serenan Sukoharjo hingga Semanggi Pasar Kliwon Kota Solo. Pemilihan lokasi penyusuran lantaran lokasi tersebut sangat kritis pada bagian bantaran sungai. Selain itu di sepanjang aliran tersebut, belum di lengkapi parapet (penahan) di sisi kanan maupun kiri sungai. Sehingga air dapat dengan mudah merusak dan bahkan bisa masuk ke Pemukiman warga saat debit air tinggi.

"Kopassus juga melakukan penanaman sebanyak 5 ribu pohon di beberapa titik yang lokasinya kritis. Penanaman pohon itu dilakukan agar kondisi bantaran yang kritis bisa teratasi terlebih dahulu. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)Bengawan Solo juga akan melakukan pembangunan parapet di lokasi itu," jelasnya.

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) BBWS Bengawan Solo, C Sembiring menambahkan pihaknya akan menganggarkan dana untuk perawatan sungai Bengawan Solo. Selain itu dianggarkan pula dana untuk pembangunan dan penataan di sekitar bantaran sungai yang kondisinya kritis.

"Kami belum membicarakan berapa dana yang akan dikeluarkan untuk pembenahan dan perawatan sungai tersebut," pungkasnya.

Baca juga:
Djarot miris melihat setiap sudut Jakarta sesak dengan gedung
Peringati Hari Bumi, pecinta alam minta KPK tindak perusak alam
Hari Bumi, Bogor dilubangi lima juta biopori
Jogja Sold Out, refleksi kritis hari bumi di Yogyakarta
Kerusakan Bumi bertambah 20 persen per tahun
Peringati Hari Bumi, aktivis lepas ikan di situs zaman Singasari

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.