Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hari Bumi, Bogor dilubangi lima juta biopori

Hari Bumi, Bogor dilubangi lima juta biopori Ilustrasi Hari Bumi. ©Shutterstock/Milleflore Images

Merdeka.com - Guna menyelamatkan air dan mencegah terjadi bencana, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Pemkab Bogor membuat lima juta lubang biopori di sejumlah titik di wilayah Bogor, Rabu (22/4).

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan hari bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan 5 juta lubang resapan biopori yang bertepatan dengan hari bumi, karena sesuai dengan komitmen Pemerintah Pusat dalam usaha penyelamatan air serta lingkungan hidup," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Bogor, Rabu (22/4).

Lebih lanjut dia menuturkan, jika di lihat dari konsepnya program ini membawa air masuk ke badan air bawah permukaan air yang bisa menahan banjir serta erosi.

"Sedangkan dalam program nasional kita akan membuat 500 ribu lubang biopori secara bertahap di sepanjang sungai ciliwung. Saya juga meminta kepada Gubernur DKI Jakarta serta Jawa Barat masing-masing membuat 100 ribu lubang," ujarnya.

Meski demikian, dengan inisiatif Kabupaten Bogor yang mencanangkan pembuatan 5 juta lubang biopori, pihaknya sangat mengapresiasi.

"Karena bumi bukanlah warisan nenek moyang, melainkan titipan untuk anak cucu kita, ketika kita menggunakan seluruh isi yang ada di bumi, kita juga wajib menjaganya,untuk masa depan anak cucu kita nanti," paparnya.

Siti juga mengutarakan bahwa negara juga berkewajiban menyediakan lingkungan dan air yang bersih untuk rakyatnya. Apalagi pemerintah, lanjutnya, tengah mendorong pengelolaan hutan dan seluruh lingkungan agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Yang paling penting adalah penyelamatan lingkungan lokal, sebab menangani lingkungan ada dasar ilmunya dengan tidak mengenyampingkan lingkungan global. Karenanya, persoalan lingkungan yang berkelanjutan bukan semata-mata untuk saat ini saja, tapi juga untuk kehidupan mendatang," tandasnya.

Pihaknya berharap, kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat dibutuhkan saat ini, masyarakat bisa melakukan di antaranya membuat lubang resapan biopori untuk meningkatkan ketahanan lingkungan dari dampak perubahan lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bogor Nurhayanti menjelaskan lima juta lubang biopori itu dilakukan secara bertahap.

"Hari ini (kemarin, red) sebanyak 10 ribu lubang resapan biopori akan dibuat serentak di sembilan wilayah di Kabupaten Bogor," jelasnya.

Adapun sembilan lokasi gerakan lima juta biopori itu tersebar di lapangan Tegar Beriman, Pemda Kabupaten Bogor; Kelurahan Nanggewer (Kecamatan Cibinong); PT Holcim, Perusahaan Pamunah Limbah Industri (PPLI)/Klapanunggal; PT Aqua (Caringin); SMA Dwiwarna (Parung); PT Antam Tbk (Nanggung); PT Indocement Desa Hambalang (Citeureup); dan Perum Perhutani di Hotel Purnama (Cisarua).

Dia menjelaskan gerakan pembuatan lubang resapan biopori di Kabupaten Bogor, bukan kali pertama dilakukan. Sejak 2013 kegiatan ini rutin dilakukan bahkan tidak kurang dari 100.000 lubang biopori telah dibuat oleh semua pemangku kepentingan di wilayah Kabupaten Bogor.

"Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kita bersama terhadap bumi dan lingkungan kita. Dengan mengusung tema yang dikeluarkan United Nations Environment Programme yakni it’s our turn to lead. Dalam hal ini kiranya kita sama-sama sependapat bahwa tema ini perlu terus menerus disosialisasikan secara intensif untuk mengingatkan kita semua, bahwa sudah saatnya kita menjadi garda terdepan dalam upaya menyelamatkan bumi ini," tuturnya.

Pihaknya mengakui, pertumbuhan ekonomi, serta laju meningkatnya jumlah penduduk, membuat ketersediaan sumber daya sir dan energi langsung maupun tidak langsung semakin terancam.

"Ekploitasi sumber daya alam yang kurang berwawasan lingkungan, mendorong penggunaan energi tidak terbarukan secara berlebihan. Hal ini tentunya potensial mengancam kelangsungan hidup umat manusia di bumi kita tercinta," katanya.

Mengingat kerusakan lingkungan saat ini sudah banyak terjadi antara lain ditandai meningkatnya pencemaran lingkungan, bencana alam, kekeringan, banjir dan perubahan iklim. Hal ini disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak peduli terhadap lingkungan.

"Selain pencemaran sungai, pencemaran akibat aktivitas ilegal seperti pertambangan emas tanpa ijin dan pengolahan aki bekas skala rumah tangga juga menjadi tantangan yang belum dapat sepenuhnya kami kendalikan," katanya.

Maka dari itu pihaknya berjanji akan fokus terhadap beberapa program yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan.

"Diantaranya dengan melakukan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan, kemudian perlindungan, konservasi SDA, rehabilitasi dan pemulihan cadangan peningkatan kualitas serta pengendalian polusi," tukasnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP