Suspek Super Flu Ditemukan di Kepri, Ini Gejala Dialami Pasien Usai Umrah
Seorang pria di Batam diduga terinfeksi Super Flu setelah kembali dari perjalanan ibadah umrah. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Seorang pasien dewasa di Batam diduga terinfeksi Super Flu setelah kembali dari ibadah umrah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri telah mengirimkan sampel dari pasien yang dicurigai terjangkit Super Flu ke Kementerian Kesehatan di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Dinkes Kepri, Bisri, menjelaskan bahwa pasien tersebut berasal dari Kota Batam dan mengalami gejala seperti flu berat disertai nyeri, pusing, serta mual setelah pulang dari umrah. Saat ini, pasien sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Batam.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dari laboratorium kesehatan Kemenkes untuk memastikan apakah pasien tersebut terjangkit Super Flu atau tidak," ungkapnya, seperti yang dikutip dari Antara, Selasa (13/1).
Bisri juga menambahkan bahwa jika hasil pemeriksaan menunjukkan pasien positif terjangkit Super Flu, maka akan dilakukan penelusuran terhadap keluarga atau orang-orang terdekat pasien. Hal ini penting karena penyakit ini dapat menular dengan cepat kepada orang di sekitarnya. Meski demikian, tidak semua orang yang dekat dengan pasien akan terinfeksi flu, karena hal itu tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.
"Super Flu ini mirip dengan flu biasa, hanya saja gejalanya lebih berat. Orang-orang dengan daya tahan tubuh yang baik tidak akan mudah terjangkit flu," jelas dia.
Masyarakat Diminta Tidak Cemas
Bisri mengingatkan kepada masyarakat agar tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan mengenai penyakit Super Flu yang akhir-akhir ini mulai menyebar di beberapa daerah di Indonesia.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, terdapat sekitar 62 kasus Super Flu yang tercatat hingga Desember 2025. Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, masyarakat disarankan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mematuhi protokol kesehatan, terutama ketika mengalami flu, seperti menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur dan terukur.
"Jika mengalami gejala flu yang berat, seperti demam yang tidak kunjung reda dalam waktu tiga hari ditambah dengan sesak napas, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar dia.
Dia juga menjelaskan bahwa Super Flu tidak termasuk dalam kategori penyakit yang berbahaya, dengan tingkat fatalitas yang relatif rendah.
Pola penularan Super Flu mirip dengan flu biasa, namun penularannya cenderung lebih cepat dan lebih banyak menyerang kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia.
Dinas Kesehatan Kepulauan Riau (Dinkes Kepri) terus memantau perkembangan kasus Super Flu dan mengambil langkah-langkah antisipasi dengan menyiapkan fasilitas serta sumber daya manusia (SDM) pelayanan kesehatan yang memadai untuk menghadapi risiko penyebaran penyakit ini.
"Sejauh ini, Kepri masih aman dari Super Flu. Semoga tidak ada peningkatan kasus yang signifikan di tanah air," tutup Bisri.