Survei: Komitmen Pemberantasan Korupsi Pemerintah Jokowi Perlu Diperbaiki
Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis temuannya mengenai evaluasi kinerja Presiden Jokowi selama lima tahun. Publik beranggapan agar pemerintah Jokowi memperbaiki komitmennya dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis temuannya mengenai evaluasi kinerja Presiden Jokowi selama lima tahun. Publik beranggapan agar pemerintah Jokowi memperbaiki komitmennya dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Publik menganggap pemberantasan korupsi menjadi salah satu catatan penting yang dihadapi oleh pemerintahan Jokowi," papar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno di kawasan Pancoran, Jakarta, Kamis (17/10).
Menurut Adi, jika diranking, pemberantasan korupsi menjadi salah satu hal yang menjadi catatan buruk bagi pemerintah Jokowi. Menurut survei tersebut, pemberantasan korupsi menempati posisi ke-5 sebagai isu yang perlu pemerintah Jokowi tingkatkan.
"Setelah isu harga mahal, kemiskinan dan pengangguran; bantuan sosial tidak merata, kurang adil, kriminalisasi dan antikritik; dan layanan kesehatan," beber Adi.
Kata Adi, dalam survei tersebut pihaknya juga menanyakan responden ihwal lima besar masalah yang perlu diperbaiki ke depannya oleh Presiden Jokowi. Lima besar masalah itu, kata Adi adalah ekonomi, kemiskinan dan lapangan pekerjaan. Kemudian pendidikan dan sumber daya manusia.
"Ini menurut saya cukup in line dengan visi dan janji politik Jokowi. Di mana program Nawa Cita Jilid Kedua itu melanjutkan infrastruktur dan meningkatkan sumber daya manusia," ungkap Adi.
Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Survei Parameter Politik: 37,8% Pemilih Pulau Jawa Anggap Kinerja Jokowi Biasa Saja
Survei Parameter Politik: 41% Responden Nilai Kinerja Jokowi Cukup Baik
Erick Thohir: Saya Harap Menteri Jokowi Orang yang Berkeringat di Pilpres
Sekjen PPP: Kabar yang Saya Dengar, Jokowi Tidak Menandatangani UU KPK
Sandiaga Nilai Prabowo dan Edhy Prabowo Lebih Pantas Jadi Menteri
Gerindra Tegaskan Tak Pernah Mengemis Posisi di Kabinet Kerja Jilid II