Sumber air panas lereng Gunung Slamet masih normal
Pada tahun 2013 lalu, kisaran suhu antara 40-50 derajat celcius.
Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Banyumas Jawa Tengah melakukan pemeriksaan sumber air panas yang ada di Pancuran Telu Lokawisata Baturraden, Senin (17/3). Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinas menyimpulkan suhu sumber air panas masih normal.
"Tadi kita melihat suhu sumber air panas sekitar 46,6 derajat celcius, kondisi ini masih dalam normal. Karena pada tahun 2013 lalu, kisaran suhu antara 40-50 derajat celcius," ujar Kepala bidang geologi, sumber daya mineral dan air tanah Dinas ESDM Banyumas, Sigit Widiadi.
Dia mengemukakan, pengukuran suhu air panas di wilayah Banyumas hanya dilakukan di dua titik, yakni Pancuran telu dan pancuran pitu. Dia menyebutkan, fluktuasi tersebut belum menunjukkan aktivitas berarti dalam Gunung Slamet .
"Apabila terjadi aktivitas, suhunya berfluktuasi dari 51 derajat hingga 100 derajat bisa dipastikan statusnya akan meningkat. Sebenarnya pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui fluktuasi mata air panas, kalau kita punya fumarol mungkin akan diteliti juga," ujarnya.
Pihaknya, saat ini kerap melakukan pemeriksaan seminggu dua kali. Sebelumnya, pemeriksaan dilakukan dua kali dalam sebulan. "Hasil pengukuran ini kemudian kami sampaikan kepada petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PMVBG) di pos pengamatan Gambuhan Pulosari Pemalang," katanya.
Lebih jauh dia mengungkapkan, karakteristik Gunung Slamet cenderung hanya mengeluarkan letusan abu vulkanik dan material diiringi lontaran asap dari dalam sejak 1772-1940-an. Kawah Gunung Slamet condong ke arah utara-timur laut.
"Kemungkinan potensi arah letusan ke Guci, tetapi aliran lahar bisa terjadi di dua sungai yang mengalir di Banyumas, yakni Sungai Banjaran dan Sungai Pelus," katanya.
Baca juga:
Ukur aktivitas gempa, PVMBG pasang seismometer di lereng Slamet
Ribuan warga lereng Gunung Slamet ikuti simulasi siaga bencana
Hujan abu Gunung Slamet guyur Desa Kutabawa Purbalingga
Gunung Slamet waspada, PVMBG pasang alat pengukur aktivitas
BBM hoax soal Gunung Slamet meletus bikin warga Purwokerto panik