Sulitnya petugas menembus PLTU Handil buru pekerja asing ilegal
Sulitnya petugas menembus PLTU Handil buru pekerja asing ilegal. Pantauan merdeka.com di proyek PLTU Handil, sejak pagi tidak ada aktivitas mencolok seperti sebelumnya. Gencarnya sidak membuat pekerja WN China bersembunyi sementara waktu. Bahkan disinyalir, mereka bersiap-siap untuk kabur kembali ke dalam hutan.
Proyek PLTU 2x25 MW di Handil, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, jadi sorotan. Tiga hari terakhir ini, petugas imigrasi melakukan sidak mencari tenaga kerja asing ilegal.
Tidak mudah bagi petugas Imigrasi menembus lokasi proyek itu karena kucing-kucingan dengan pekerja. Pada Rabu kemarin, saat tim Disnakertrans Kalimantan Timur, Polri dan TNI, menyidak lokasi proyek PLTU, pekerja asing kabur dan lari berhamburan.
Petugas tak berhenti dan kembali memburu pekerja asing ilegal di sana. Saat petugas Imigrasi Kelas I Samarinda menyidak lokasi, 12 warga negara China yang bekerja di lokasi diamankan karena penyalahgunaan visa kunjungan untuk bekerja di proyek PLTU.
Hari ini juga, Komisi I dan Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, bersama Polri, juga ikut mendatangi proyek PLTU di Handil. Mereka meminta penjelasan perusahaan kontraktor dan sub kontraktor, yang diduga banyak mempekerjakan WN China secara ilegal.
Kepala Bidang Intelejen, Penindakan, Informasi dan Sarana Komunikasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur, Kenedi, mengungkap tim nya sangat kesulitan masuk ke areal proyek.
"Kami masuk ke sana tidak gampang. Hingga akhirnya kami temukan 12 WN China itu," kata Kenedi, kepada wartawan di kantornya, Jalan MT Haryono, Jumat (23/12).
Dia tidak ingin berandai-andai ada yang mem-backing pekerja WN China di proyek itu.
"Keberadaan mereka di proyek PLTU seperti resistensi, entahlah mungkin ada pihak-pihak itu," kata Kadiv Keimigrasian Kanwil Hukum dan HAM, Kaharuddin, menambahkan.
"Nah, soal yang kemungkinan kabur dan lari ke hutan itu saat ada sidak pertama (dari Disnakertrans Kalimantan Timur), itu nanti kita selidiki," tambah Kenedi.
Pantauan merdeka.com di proyek PLTU Handil, sejak pagi tidak ada aktivitas mencolok seperti sebelumnya. Gencarnya sidak membuat pekerja WN China bersembunyi sementara waktu. Bahkan disinyalir, mereka bersiap-siap untuk kabur kembali ke dalam hutan.
"Banyak yang sidak, jadi sementara tidak ada yang bekerja dulu," sebut sumber kepada merdeka.com.
Baca juga:
Ramainya tenaga kerja China ilegal banjiri proyek PLTU di Kukar
Jokowi akan evaluasi bebas visa buat warga China
Jokowi sebut penyebar isu 10 juta tenaga kerja China harus ditindak
Jokowi sebut pekerja China di RI 21.000, nolnya jangan ditambahin
PKB sebut pemerintah tak mampu kontrol kebijakan bebas visa
Aktivitas buruh China ilegal bikin rugi Indonesia
Ramai buruh asing ilegal, DPR minta kebijakan bebas visa dievaluasi