Sudah 2 hari ayah Merry Utami menghilang dari Rusunawa
Dia sempat berharap anaknya mendapatkan grasi atau pengampunan dari pemerintah.
Siswandi, ayah kandung terpidana mati kasus narkoba, Merry Utami tak terlihat batang hidungnya sejak anaknya akan dieksekusi. Pria yang selama ini tinggal di Rusunawa Semanggi, Pasar Kliwon Solo tak terlihat di kamarnya, saat wartawan akan meminta tanggapan terkait pembatalan eksekusi anaknya.
Sejumlah tetangga Siswandi pun tak bisa memberikan informasi banyak. Mereka hanya tahu, Siwandi dalam dua hari ini tak muncul.
"Sudah 2 hari ini dia tidak kelihatan mas. Saya tidak tahu kemana perginya," ujar Nanik Sudaryami, salah satu tetangga Siswandi, Jumat (29/7).
Menurut Nanik, sejak Kamis (28/7) kemarin tak terlihat aktivitas orang tua Merry. Pintu kamarnya juga selalu tertutup rapat. Saat coba diketuk pun tak ada balasan atau dibukakan pintu.
Sebelumnya Siswandi pernah berbincang degan wartawan Rabu (27/7) lalu. Dia sempat berharap anaknya mendapatkan grasi atau pengampunan dari pemerintah.
"Saya berharap ada keajaiban dari Tuhan, saya minta Merry diampuni dan dihukum seumur hidup saja," ujarnya.
Siswanto mengatakan tidak mendapatkan kabar ihwal eksekusi anaknya jauh hari sebelumnya. Dia baru tahu jika anaknya akan dieksekusi belum lama ini. Siswandi yang saat ini dalam kondisi sakit stroke juga mengaku sudah lama tak bertemu anaknya.
"Lama nggak ketemu, terakhir saat Lebaran dia telpon saya," katanya.
Lebih lanjut Siswanto mengemukakan, saat lebaran kemarin dia diajak cucunya yang juga anak Merry untuk membesuk ke Nusakambangan. Namun karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, dia menolak ajakan itu.
Sejak anaknya di penjara, Siswandi mengaku tinggal di Rusunawa Semanggi, Pasar Kliwon Solo. Di tempat tersebut dia tinggal sendirian, karena istrinya sudah meninggal dunia.
Baca juga:
Menkum HAM sebut tak ada ampun buat bandar narkoba
10 Terpidana mati batal dieksekusi dikembalikan ke Lapas
Liang kubur Freddy Budiman dijaga polisi dan hansip
Menkum HAM: Eksekusi mati adalah pesan keras buat bandar narkoba
Menanti pengacara bongkar semua rahasia Freddy Budiman
Ini alasan jaksa Agung tutupi pelaksanaan hukuman mati jilid tiga
Rohaniawan: Osmane sangat luar biasa, dia paling siap