Sosok Dyastasita Widya Budi yang Viral, Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR
Nama Dyastasita Widya Budi menjadi perbincangan publik usai polemik penilaian LCC 4 Pilar Kalbar viral. Berikut profil dan laporan hartanya.
Nama Dyastasita Widya Budi atau Dyastasita WB tengah menjadi perhatian publik setelah dikaitkan dengan polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat.
Perdebatan bermula setelah potongan video perlombaan beredar di media sosial. Dalam video tersebut terlihat adanya perbedaan pemberian nilai terhadap jawaban peserta yang dianggap memiliki substansi serupa.
Situasi kemudian memicu reaksi warganet di berbagai platform media sosial. Sejumlah pihak mempertanyakan objektivitas penilaian dewan juri dalam kompetisi tersebut.
Akun Instagram @smansaptk.informasi juga turut meminta penjelasan terkait mekanisme penilaian yang digunakan selama perlombaan berlangsung.
Lantas, Siapa Dyastasita Widya Budi?
Di tengah polemik yang berkembang, nama Dyastasita Widya Budi ikut ramai dibahas karena diketahui menjadi salah satu dewan juri dalam pelaksanaan LCC 4 Pilar Kalbar.
Berdasarkan informasi di laman resmi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Dyastasita saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi pada Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI.
Ia tercatat memiliki pangkat Pembina Utama (IV/e) dan aktif dalam berbagai kegiatan pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI di sejumlah daerah.
Dari sisi pendidikan, Dyastasita merupakan lulusan strata satu (S-1) dengan gelar Sarjana Sosial (S.Sos).
LHKPN dan Harta Kekayaan
Seiring viralnya polemik LCC 4 Pilar Kalbar, profil hingga laporan harta kekayaan Dyastasita ikut menjadi perhatian publik.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang dilaporkan pada 26 Maret 2026, total kekayaan Dyastasita Widya Budi tercatat sebesar Rp581.220.940 setelah dikurangi utang.
Dalam laporan tersebut, total harta yang dimiliki mencapai Rp698.795.031 dengan jumlah utang sebesar Rp117.574.091.
Sebagian besar kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp697.120.000 yang berada di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Selain itu, Dyastasita juga tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1.675.031.
Sementara pada kategori alat transportasi dan mesin, surat berharga, harta bergerak lainnya, serta harta lain, tidak tercatat adanya kepemilikan.