Sopir mobil ditembaki polisi diizinkan pulang selesai jalani operasi
Dua pekan dirawat usai menjalani operasi pengangkatan proyektil dari perutnya, kondisi Diki (30) mulai membaik. Dia telah diizinkan dokter pulang, namun menolak karena masih merasa sakit pada bagian lambung.
Dua pekan dirawat usai menjalani operasi pengangkatan proyektil dari perutnya, kondisi Diki (30) mulai membaik. Dia telah diizinkan dokter pulang, namun menolak karena masih merasa sakit pada bagian lambung.
Sopir mobil ditembaki polisi itu, kini masih terbaring di kamar perawatan ruang Anggrek Utama II Rumah Sakit Umum Daerah Dr Sobirin Musi Rawas di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Rabu (3/5).
Direktur RSUD Dr Sobirin Musi Rawas di Lubuk Linggau, Dr Harun, mengungkapkan pasien diperbolehkan pulang lantaran kondisinya semakin membaik setelah diperiksa tim dokter. Infus juga telah dilepas karena Diki telah bisa makan secara normal selain susu.
"Sudah membaik, sudah bisa makan bubur. Infus juga dilepas, makanya sudah kami perbolehkan pulang," ungkap Harun saat dihubungi merdeka.com, Rabu (3/5).
Namun, Diki menolak pulang karena masih merasa nyeri di bagian lambung. Terutama bekas jahitan operasi. Oleh karena itu, pihaknya masih tetap merawat Diki hingga sembuh total.
"Dari pada nanti bolak-balik, mending kita rawat saja dulu, ya bisa saja tiga hari lagi," ujarnya.
Dia menambahkan, hingga saat ini masih banyak polisi yang mengawal kamar perawatan Diki. Namun, dia tidak mengetahui tujuan pengamanan tersebut.
"Ya polisi banyak yang jaga, sampai sekarang masih ada," pungkasnya.
Baca juga:
Kapolres Lubuklinggau mengaku diangkat anak oleh korban penembakan
Kapolda Sumsel pastikan Kapolres Lubuklinggau tak bakal dicopot
Polisi ogah jamin biaya hidup keluarga korban penembakan Brigadir K
Polri akui polisi tembak Honda City dan anak kandung langgar SOP
Di depan 6 Kapolda baru, Kapolri minta hati-hati gunakan diskresi