Soal reshuffle, Istana sebut Jokowi sedang evaluasi kinerja menteri
Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan bakal melakukan reshuffle menteri. Sudah dua hari ini para menteri bergantian menemui Jokowi. Pihak Istana Negara tidak menampik bahwa pimpinan negara tersebut tengah mengevaluasi para anak buahnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan bakal melakukan reshuffle menteri. Sudah dua hari ini para menteri bergantian menemui Jokowi. Pihak Istana Negara tidak menampik bahwa pimpinan negara tersebut tengah mengevaluasi para anak buahnya.
"Presiden melakukan evaluasi terhadap pembantunya tidak dilakukan pada satu titik dan waktu tertentu," kata Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/7).
Terkait evaluasi terhadap kinerja menteri, Johan menjelaskan Jokowi tidak hanya mengandalkan dari laporan saja. Namun, informasi didapat secara informal juga menjadi patokan dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja menteri.
"Misalnya ya turun ke lapangan itu salah satu cara Presiden untuk menilai apakah kerja-kerja para pembantunya itu sudah firm atau belum," ujarnya.
Untuk hari ini, Jokowi memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Menteri Agama menjelaskan, dirinya dipanggil untuk membahas penguatan pendidikan karakter. Nantinya, pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Presiden terkait hal itu.
Sementara itu, berbeda dengan Lukman, Muhadjir enggan menjelaskan alasan dirinya dipanggil kepala negara. "Rahasia," singkatnya.
Sebelumnya, salah satu menteri dipanggil pada Senin kemarin merupakan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Dia diisukan akan menggeser posisi Menteri BUMN menggantikan Rini Soemarno.
Baca juga:
Buya Syafi'i soal isu Reshuffle: Kalau banyak bongkar dia payah juga
Istana: Reshuffle tak bergantung dari komentar partai pendukung
PKS sebut mending ganti manajemen kabinet daripada copot menteri
Deretan kritik keras elite PAN pada pemerintah Jokowi
Soal reshuffle, PKB serahkan keputusan ke Jokowi apapun alasannya
Diisukan bakal jadi menteri BUMN, ini tanggapan Ignasius Jonan