Sisir LP Kerobokan, ditemukan senpi hingga pohon ganja
Pascabentrok semalam, semua blok disisir, termasuk blok anak-anak.
Bobroknya pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan, di Kabupaten Badung Bali semakin terkuak. Dari hasil sweeping yang dilakukan kepolisian hari ini, ditemukan pohon ganja yang tumbuh subur di dalam lapas terbesar di Pulau Bali ini.
Razia gabungan yang dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri, dipimpin oleh Kapolres Badung, AKBP Tony Binsar. Sweeping dilakukan sejak pukul 11.30 Wita - 16.30 Wita.
Sumber merdeka.com di Lapas Kerobokan menyebutkan, sweeping tadi menerjunkan 2 peleton Dalmas Polda Bali, 1 Peleton Brimob Polda Bali, 2 peleton Tim gabungan Polres Badung dan 1 peleton tim gabungan TNI dari Korem 163/ WSA dan Kodim 1611 Badung. Saat sweeping dilakukan semua penghuni blok di keluarkan dan dikumpulkan di lapangan Lapas Kerobokan.
"Ini buntut penemuan pistol sebelumnya dan amunisi yang disimpan di atas plafon. Kali ini justru lebih gawat, ada lagi senjata rakitan," ungkap sumber tersebut, Sabtu (19/12).
Semua blok disisir, termasuk blok anak-anak. "Di lapas ada Blok A B C D F H I, semua di-sweeping dan blok anak-anak juga blok super maksimum," katanya.
Dari sweeping kali ini, yang mengejutkan ditemukan pohon ganja yang tumbuh subur. Pohon tersebut tumbuh yang memiliki tinggi 35 cm ditanam pada plastik hitam. Diduga, pohon ganja itu sudah ada yang dipanen sebelumnya melihat dari banyaknya bungkusan plastik hitam yang ditemukan di lokasi.
Saat dikonfirmasi soal temuan tanaman ganja di lapas, Kapolres Badung AKBP Tony, membenarkan. Dijelaskannya, penemuan hasil sweeping kali ini ada beberapa unit HP, Laptop, bong alat isap sabu, senjata rakitan, arak 20 liter, serta pohon ganja.
"Sesuai arahan kita lakukan sweeping di semua blok di dalam lapas. Ada banyak yang kita temukan," singkat Tony.
Menurutnya, sangat memungkinkan barang-barang tersebut masuk ke dalam Lapas Klas IIA Kerobokan, mengingat petugas sipir yang berjaga hanya 12 orang sementara napi berjumlah lebih kurang 1.100 orang.
"Jumlah petugas sipir dan napi tidak sebanding. Belum lagi dengan luas lapas ini, ini yang harus dipikirkan," tutupnya.
Berikut ini hasil sweeping yang didapat:
- HP 129 unit
- Laptop 2 unit
- Charger HP 12 unit
- Bong alat isap sabu 50 unit
- Sajam 13 unit
- Senjata rakitan jenis revolver kaliber 0.22 mm 2 pucuk dan 1 kotak peluru 92 butir
- Kartu HP (simcard) 20 buah
- Sabu (amphetamine) 5 paket
- Arak 20 liter
- Uang tunai 5 juta rupiah
- Ekstasi (methamphetamine) 5 butir
- Pohon ganja setinggi 35 cm 1 polly bag
- Ganja kering siap pakai/edar 2 kg
- Buku tabungan BCA 3 buah
Baca juga:
Gubernur Bali mengaku sangat malu soal bentrok Ormas
Buntut bentrok 2 ormas di Bali, 18 orang ditahan polisi
Lapas Kerobokan overload, dijejali 1.100 narapidana
Di depan Kapolda, 2 ormas bentrok di Bali ungkap kronologi keributan
Bentrok ormas di Denpasar, korban bertambah jadi empat orang
Pascabentrok, 110 napi Lapas Kerobokan dipindah
Ini kronologi bentrok berdarah di Lapas Kerobokan