Sikap China Tegas: Kedaulatan Harus Dihormati di Selat Hormuz Pasca-Penghentian Operasi AS
China menegaskan pentingnya kedaulatan negara di Selat Hormuz menyusul keputusan Amerika Serikat menghentikan sementara operasi pengawalan kapal, 'Project Freedom', demi kesepakatan damai dengan Iran.
Pemerintah China merespons tegas keputusan Amerika Serikat yang menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa kedaulatan negara harus tetap dihormati di tengah ketegangan. Situasi di Selat Hormuz masih sangat tegang, sehingga memerlukan gencatan senjata dini dan penuh untuk de-eskalasi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangguhan 'Project Freedom' pada Selasa (5/5) melalui platform Truth Social. Operasi militer AS ini sebelumnya bertujuan untuk memandu kapal-kapal melalui Selat Hormuz. Keputusan ini diambil untuk melihat apakah kesepakatan damai dapat tercapai antara Washington dan Teheran.
Trump menyatakan bahwa penangguhan tersebut didasarkan pada permintaan Pakistan dan negara-negara lainnya. Ia juga menyebut adanya kemajuan besar menuju kesepakatan yang menyeluruh dan final dengan perwakilan Iran. China mendesak semua pihak terkait untuk bertindak bijaksana dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
Respons Diplomatik China Terhadap Ketegangan Selat Hormuz
Lin Jian menegaskan bahwa posisi China mengenai situasi di Selat Hormuz sudah sangat jelas. China berharap pihak-pihak terkait akan bertindak bijaksana dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog. Tujuannya untuk segera memulihkan perdamaian dan ketenangan di kawasan strategis tersebut.
Kekhawatiran yang wajar dari negara-negara regional harus ditanggapi dengan serius, kata Lin Jian. Kepentingan sah komunitas internasional juga perlu dilindungi secara menyeluruh. China akan terus berupaya untuk meredakan situasi di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi di Beijing. Dalam pembicaraan tersebut, Lin Jian mengatakan China mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya. China memuji kesediaan Iran untuk mencari penyelesaian politik melalui jalur diplomatik.
China menganjurkan agar negara-negara Teluk dan Timur Tengah perlu mengambil nasib mereka sendiri. Lin Jian mendorong Iran untuk berdialog dengan lebih banyak negara Teluk. Tujuannya untuk mewujudkan hubungan bertetangga yang baik dan persahabatan di kawasan.
Latar Belakang Penghentian Operasi Militer AS
Keputusan Presiden Trump menghentikan 'Project Freedom' merupakan langkah signifikan dalam upaya diplomatik. Operasi ini disebut bersifat defensif, terbatas dalam cakupan, dan sementara. Amerika Serikat masih menganggap gencatan senjata dengan Iran yang disepakati sekitar sebulan lalu belum berakhir.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan operasi militer AS terhadap Iran telah berakhir. Operasi ini dilancarkan bersama Israel pada 28 Februari lalu. Washington kini mengalihkan fokusnya pada 'Project Freedom' dalam upaya membuka kembali jalur perairan yang sangat penting bagi energi global.
Sebelumnya, pada Jumat (1/5), Presiden AS, Donald Trump menyampaikan surat kepada Kongres. Surat tersebut menyatakan bahwa permusuhan terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari telah berakhir. Meskipun demikian, Pentagon tetap memperbarui postur militer di kawasan karena ancaman masih ada.
Serangan bersama AS dan Israel pada 28 Februari menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil di Iran. Kemudian, pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, namun Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi waktu kepada Iran menyusun “proposal terpadu.”
Sumber: AntaraNews