Siap-siap! Festival Film Horor Pacitan Digelar Desember 2025: Bukan Sekadar Hantu di '70 Mile Sea Paradise'
Festival Film Horor Pacitan akan meramaikan Jawa Timur pada Desember 2025. Bupati Indrata Nur Bayuaji berharap event ini berdampak positif dan kenalkan potensi daerah.
Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, akan menjadi tuan rumah Festival Film Horor (FFH) pada 12 hingga 14 Desember 2025. Acara bergengsi ini akan menampilkan kategori lomba untuk pelajar dan umum, menjanjikan wadah kreatif bagi para sineas muda dan profesional.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, yang akrab disapa Mas Aji, menyatakan harapannya agar festival ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain itu, FFH juga diharapkan menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan potensi daerah berjuluk '70 Mile Sea Paradise' kepada khalayak luas.
Penyelenggaraan festival ini berada di bawah naungan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), sebuah organisasi film terkemuka. Keterlibatan JAFF menunjukkan standar kualitas dan jangkauan festival yang lebih luas, sekaligus menjadikannya momentum penting bagi pengembangan perfilman lokal.
Mengenal Lebih Dekat Festival Film Horor Pacitan
Festival Film Horor (FFH) 2025 di Pacitan akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 12 hingga 14 Desember. Event ini dirancang untuk mewadahi bakat-bakat perfilman di Indonesia, khususnya dalam genre horor, dengan membuka kompetisi untuk dua kategori utama: pelajar dan umum.
Keterlibatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) sebagai payung penyelenggaraan memberikan legitimasi dan standar profesionalisme yang tinggi. Diskusi awal mengenai penyelenggaraan FFH 2025 telah melibatkan Arief Akhmad Yani, Community Forum Program Director Jogja-NETPAC Asian Film Festival, bersama sineas lokal, menunjukkan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak.
Bupati Indrata Nur Bayuaji menekankan pentingnya festival ini untuk berjalan lancar dan memberikan dampak nyata. "Yang patut kita garis bawahi adalah festival ini harus berjalan dan yang kedua harus berdampak baik pada Pacitan," ujarnya usai diskusi bersama sineas dan tim Festival Film Horor.
Dampak Positif dan Edukasi Budaya Horor
Penyelenggaraan Festival Film Horor di Pacitan diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana sosialisasi dan edukasi. Bupati Indrata Nur Bayuaji melihat festival ini sebagai peluang untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Pacitan kepada peserta dan pengunjung dari berbagai daerah.
Lebih lanjut, Mas Aji juga memberikan perspektif yang lebih luas mengenai makna horor. Menurutnya, horor tidak selalu terbatas pada hal-hal mistis dan menakutkan, melainkan juga mencakup budaya dan tradisi yang patut dilestarikan. "Kata horor ini perlu dipahami seluas-luasnya. Bahwa horor tidak selalu berhubungan dengan hantu atau setan," katanya.
Pandangan ini membuka dimensi baru bagi genre horor, mengarahkannya pada eksplorasi cerita-cerita rakyat, legenda, dan kearifan lokal yang kaya di Indonesia. Dengan demikian, FFH diharapkan dapat menjadi platform untuk mengangkat kekayaan budaya Pacitan melalui medium film horor yang lebih mendalam dan bermakna.
Sumber: AntaraNews