Setelah vaksin kini ada BPJS palsu, kinerja Menkes dipertanyakan
Segala bentuk pemalsuan di dunia kesehatan seperti itu tidak dapat ditolerir.
Belum lagi tuntas kasus vaksin palsu mencoreng dunia kesehatan Tanah Air, kini mencuat BPJS abal-abal. Anggota Komisi IX, F-PAN Saleh Partaonan Daulay mengecam tindakan pemalsuan kartu BPJS yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.
"Apa pun alasannya, pemalsuan-pemalsuan itu terjadi karena ada sesuatu yang salah. Soal BPJS, itu kemungkinan terjadi karena ada warga yang merasa berhak, tetapi tidak tercatat sebagai penerima. Ada oknum yang menawarkan, lalu disambut oleh warga. Bisa jadi, bermula dari proses pendataan kepesertaan penerima BPJS," kata Saleh di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (26/7).
Dia menyebut tindakan pemalsuan-pemalsuan seperti itu tidak dapat ditolerir. Harus ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi dan mengawasi masalah ini dengan segera. Menurutnya, Kementerian Kesehatan bersama badan POM harus berperan aktif meningkatkan pengawasannya pada peredaran obat dan makanan serta kasus BPJS palsu tersebut.
"Ini berbahaya. Jika kelebihan dosis dan juga disalahgunakan, obat-obat terlarang itu bisa lebih bahaya dari narkoba," pungkas Saleh.
Baca juga:
Dirut BPJS soal BPJS palsu: Jangan mengurus kartu dengan calo!
Gubernur Aher soal BPJS palsu di Jabar: Tindak tegas pelakunya!
Setahun buat BPJS palsu, korban AS hingga 810 kepala keluarga
Kartu BPJS palsu beredar di Bandung Barat, ratusan warga jadi korban
Djarum daftarkan 46.849 pekerja borongan ke BPJS Ketenagakerjaan
BPJS izinkan peserta berobat langsung ke rumah sakit saat mudik
Selama Lebaran, pasien BPJS bisa berobat langsung ke rumah sakit