Setelah mangkir 3 kali, RJ Lino penuhi panggilan Pansus Pelindo DPR
Nurdin Tampubolon berjanji akan membawa kejanggalan Pelindo II pada proses pidana.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino (RJ Lino) akhirnya memenuhi panggilan Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II DPR. RJ Lino diagendakan akan dimintai keterangan mengenai dugaan pelanggaran yang terjadi di Pelindo II. Salah satunya terkait perpanjangan konsesi Jakarta Internasional Container Terminal (JICT).
Rapat sore ini dibuka oleh Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka sekaligus sebagai ketua forum. Sedangkan pimpinan Pansus yang lain tak hadir.
Anggota Pansus dari Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon berjanji akan membawa kejanggalan Pelindo II pada proses pidana.
"Kita akan ungkap ke publik dan sampaikan ke institusi terkait kalau ada pelanggaran yang harus didalami penegak hukum ada polisi, jaksa, KPK," ungkapnya di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12).
Selain RJ Lino dalam rapat juga telah hadir Oversight Committe (OC) Pembangunan Kalibaru dan Perpanjangan Kontrak JICT Erry Riyana, Komisaris Utama PT Pelindo II Tumpak Panggabean, Mantan Komisaris Utama PT Pelindo II Lucky, Dirut JICT Dani Rusli, dan Wakil Dirut JICT Riza Erivan.
Rapat dimulai pada pukul 16.15 WIB setelah Pansus mendapatkan keterangan dari tiga konsultan keuangan PT Pelindo II yakni PT FRI, Deutch Bank dan Bahana Sekuritas.
Baca juga:
Panas dingin RJ Lino tersandera korupsi Pelindo II
Anggota Pansus Pelindo geram RJ Lino terus bilang tak rugikan negara
Lino: Crane proyek kecil, tak perlu koordinasi Kementerian BUMN
Jonan dan mantan Menhub dicecar Pansus DPR terkait Pelindo II
Bantah rugikan negara, RJ Lino ancam tuntut pelapor kasus Pelindo II