LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Server Sempat Bermasalah di Hari Pertama Pendaftaran Online PPDB Jateng

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Jawa Tengah bermasalah di hari pertama. Akibatnya para pendaftar PPDB Jateng 2020 tidak bisa melakukan akses secara daring. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri mengklaim permasalahan karena server tidak dapat menampung jumlah pendaftar.

2020-06-17 21:00:54
Zonasi PPDB
Advertisement

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Jawa Tengah bermasalah di hari pertama. Akibatnya para pendaftar PPDB Jateng 2020 tidak bisa melakukan akses secara daring. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri mengklaim permasalahan karena server tidak dapat menampung jumlah pendaftar.

"Jadi persoalannya akses data sebanyak 300 ribu pendaftaran setiap hari selama masa pendaftaran ternyata tak tercukupi. Baru dibuka dua jam servernya sudah tidak menampung," kata Jumeri, Rabu (17/6).

Dia mengungkapkan untuk mengatasi persoalan, Disdik Jateng koordinasi dengan Kepala Dispermadesdukcapil Jateng, untuk meminta tambahan kuota satu juta akses data untuk hari ini.

Advertisement

"Hari ini yang daftar banyak. Pasalnya, tahun ini hanya ada 508 ribu lulusan SMP/MTs di Jateng," ujarnya.

Adapun persoalan muncul karena satu peserta PPDB bisa mengakses dua kali untuk verifikasi NIK. Dengan kondisi itu, ia menemukan jumlah pendaftar PPDB SMA sudah mencapai 501.665 orang.

"Yang pasti hari ini jumlahnya melebihi kuota yang ditentukan Dispermades," jelasnya.

Advertisement

Jumeri mengingatkan kepada para orang tua jangan sekali-kali memalsukan data NIK anaknya. "Saya ingin masyarakat cermat saat mengakses pendaftaran PPDB. Dokumen yang dibuat juga benar dan tidak palsu. Karena kalau ketahuan palsu saat pendaftaran ulang maka bisa dikeluarkan," ungkapnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat server PPDB sempat sulit diakses. Pertama karena kuota yang disediakan sebanyak 300.000 sudah habis pada pukul 10.30 WIB. Namun masalah tersebut sudah teratasi setelah ada permintaan ke Kemendagri untuk penambahan kuota sampai 1 juta.

"Ini hari pertama, ternyata modelnya masih cepat-cepatan seperti tahun lalu. Maka saya sampaikan jangan cepat-cepat, santai saja, waktunya masih ada. Kita sudah perbaiki sistem," kata Ganjar Pranowo.

Selain itu, komplain dari masyarakat yang banyak masuk adalah terkait kartu keluarga (KK). Sebab, tahun ini aturan untuk KK minimal satu tahun.

"Jadi banyak pertanyaan ke kami soal KK. KK ini satu modus, ingin dapat itu terus dititipkan. Saya ingatkan kalau memang sudah satu tahun, tidak masalah," ungkapnya.

Baca juga:
Memantau Penerimaan Siswa Baru di Ibu Kota Kala Pandemi
Pilihan Dilema Demi Siswa Tetap Sekolah
PPDB 2020, Teknologi Tentukan Nasib Siswa
PPDB Online, Pemkot Solo Prioritaskan Anak Tenaga Kesehatan
Seleksi Penerimaan Siswa Baru Berdasarkan Usia Diprotes, Ini Penjelasan Disdik DKI
Pemprov Jateng Verifikasi Jalur PPDB Khusus Anak Tenaga Kesehatan

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.