Serap Aspirasi Warga Purwakarta, Saan Mustopa: PIP Harus Tersalurkan Tanpa Potongan
Saan Mustopa menyalurkan secara simbolis Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 155 siswa SDN Cinangka, serta membagikan perlengkapan alat tulis.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa melakukan kunjungan reses di Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Kegiatan ini dilakukan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat akhir pekan lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Saan Mustopa menyalurkan secara simbolis Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 155 siswa SDN Cinangka, serta membagikan perlengkapan alat tulis. Bantuan ini ditujukan sebagai dorongan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengakses pendidikan.
"Pendidikan adalah salah satu hal yang dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Dengan pendidikan, anak-anak kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperbaiki masa depan mereka dan mengangkat derajat keluarga,” kata Saan Mustopa, Senin (13/10).
Ia kemudian menegaskan, penyaluran PIP melalui Partai NasDem tidak akan dipotong dalam bentuk apapun. Bagi Saan, dana tersebut adalah hak penuh bagi penerima manfaat.
"Penyaluran PIP dari NasDem sama sekali tidak akan dipotong, bahkan seharusnya ditambahkan oleh para wakil rakyat. Ini adalah program yang mulia membantu anak-anak dari keluarga yang kurang mampu agar tetap bisa sekolah dengan layak dan semangat,” tegasnya.
Usai kegiatan di Cinangka, Saan melanjutkan agenda reses ke Desa Nagrikaler, di mana ia meresmikan Bamala Centre, sebuah markas perjuangan masyarakat lokal sebagai wadah sosial, edukasi, dan pemberdayaan.
Dalam kesempatan itu, Saan juga bertemu dengan tokoh masyarakat dan ulama dari pesantren setempat. Para tokoh agama menyampaikan aspirasi seputar pendidikan agama, pemberdayaan santri, dan peran pesantren dalam menjaga nilai moral generasi muda.
Menurut Saan, reses bukanlah sekadar rutinitas legislator, melainkan momentum penting agar kebijakan dan program pembangunan benar-benar berbasis pada kebutuhan masyarakat.
“Kami di DPR RI akan terus memastikan bahwa suara masyarakat di daerah tidak hanya didengar, tapi juga diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata. Inilah esensi dari reses menyatu dengan rakyat, mendengar langsung, dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan mereka,” jelasnya.
Kegiatan reses ini diungkapkannya menjadi bagian penting dari upaya Saan memperkuat ikatan dengan masyarakat Purwakarta, agar setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar bersumber dari aspirasi warga setempat, dan berjalan secara berkelanjutan.