LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sepekan Digelar, Cakupan Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Sumsel Masih Rendah

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Palembang Emiliya mengatakan, pihaknya menyebarkan surat pernyataan persetujuan kepada wali murid untuk vaksinasi anaknya sebelum vaksinasi digelar.

2022-01-16 00:04:00
Vaksinasi Anak
Advertisement

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Sumatera Selatan masih rendah. Hal ini disebabkan larangan orangtua karena khawatir kesehatan anaknya terganggu usai divaksin.

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan 899.662 anak kelompok itu yang divaksin. Sepekan bergulir, cakupannya baru mencapai 16,34 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini mengakui cakupan vaksinasi anak 6-11 tahun masih rendah. Dari laporan yang diterimanya, orangtua tidak setuju anaknya divaksin karena termakan isu hoaks tentang bahaya vaksin Covid-19.

Advertisement

"Ya masih rendah karena ada kekhawatiran para orangtua. Mereka tidak setuju anaknya divaksin, mereka takut terjadi apa-apa," ungkap Lesty, Jumat (14/1).

Padahal, kata dia, vaksinasi anak bertujuan untuk melindungi anak-anak tertular virus corona. Jenis vaksin yang digunakan sudah mendapatkan persetujuan penggunaan pada masa darurat (Emergency Use Authrization), yakni Biofarma dan Coronavax dengan interval vaksinasi 28 hari setelah suntikan pertama.

"Vaksin itu aman, orantua semestinya tidak termakan isu menyesatkan," ujarnya.

Advertisement

Karena itu, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi agar percepatan vaksinasi anak untuk mendorong syarat vaksinasi primer dan penguat atau booster. Agar lebih optimal, vaksinasi anak 6-11 dilakukan di sekolah masing-masing secara massal.

"Sekarang pasokan vaksin sudah bertambah, tembus 900 ribu dosis per bulan. Jika tidak segera diserap dikhawatirkan akan banyak vaksin yang terbuang karena sudah kedaluarsa," kata dia.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Palembang Emiliya mengatakan, pihaknya menyebarkan surat pernyataan persetujuan kepada wali murid untuk vaksinasi anaknya sebelum vaksinasi digelar. Dari 683 siswa, hanya 50 persen yang setuju divaksin, 40 persen belum mengembalikan surat pernyataan, dan 10 persen sisanya sudah vaksinasi secara mandiri.

"Memang banyak wali murid yang masih khawatir, masih takut. Kita perlu memberikan pemahaman lagi," kata dia.

Baca juga:
Dukung PTM 100 Persen, BIN Percepat Vaksinasi Anak di Tiga Kabupaten Jatim
118 Juta Warga Sudah Dapat Dosis Lengkap Setahun Vaksinasi Covid-19
Menko PMK Muhadjir Harap Produksi Vaksin Merah Putih Dipercepat
Pemkab Subang dan Wings Peduli Dukung Vaksinasi Anak dengan Roadshow Vaccination Bus
100 Persen Anak di Tasikmalaya Ditargetkan Selesai Vaksinasi Covid-19 Bulan Ini
Vaksinasi Booster Pegawai KPK Dimulai Besok

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.