LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sepaku di Masa Lalu

Dahulu di tahun 1960, Sepaku masuk wilayah Kota Balikpapan. Di tahun 1988, wilayah Balikpapan Seberang yang berada di seberang laut, berubah menjadi di kecamatan Penajam, termasuk di dalamnya wilayah Sepaku.

2019-08-30 01:02:00
Ibu Kota Pindah
Advertisement

Kecamatan Sepaku di Penajam Paser Utara (PPU) disebut sebagai ibu kota negara baru bersama Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Seperti apa Sepaku di masa lalu hingga kini?

Dahulu di tahun 1960, Sepaku masuk wilayah Kota Balikpapan. Di tahun 1988, wilayah Balikpapan Seberang yang berada di seberang laut, berubah menjadi di kecamatan Penajam, termasuk di dalamnya wilayah Sepaku.

Tahun 2002, mengingat luasnya wilayah, Kecamatan Penajam berubah menjadi Kabupaten Penajam Paser Utara, yang di dalamnya saat itu terdiri dari kecamatan Penajam dan kecamatan Sepaku.

Advertisement

Sebelum itu, mulai tahun 1975, Sepaku jadi daerah tujuan transmigrasi dari pulau Jawa, dengan tujuan utamanya adalah bertani. Saat itu kawasan Sepaku dominan masih hutan belantara. Akses jalan pun tentu masih relatif sulit.

Mahdio Utomo (64), jadi saksi hidup kondisi Sepaku di tahun 70-an. Dia tercatat sebagai transmigran umum asal Kulonprogo, Yogyakarta, di tahun 1977. Saat itu, dia masuk rombongan 100 kepala keluarga (KK) tujuan Sepaku.

"Ke Sepaku ini warga transmigran datang untuk bertani," kata Mahdio dalam perbincangan bersama merdeka.com di Desa Tengin Baru, Sepaku, Kamis (29/8).

Advertisement

Seiring waktu, hingga saat ini pertanian hingga perkebunan sawit dan kebun karet banyak ditemui di kiri kanan jalan yang dikelilingi oleh hutan lebat. Baik itu hutan cagar alam, maupun KBK (Kawasan Budidaya Kehutanan). "Petani memang mendominasi di sini," ujar Mahdio.

Mahdio brsyukur sekarang banyak perubahan dan perbaikan infrastruktur dalam 42 tahun terakhir. Sebab, sebelumnya, dia harus menempuh dua hari perjalanan pulang pergi, kalau hanya ingin bepergian ke Balikpapan.

"Dulu kalau ke Balikpapan dan nyeberang laut, berangkat jam 8 pagi, sampai di Balikpapan jam 1 (malam). Kemudian menginap di Balikpapan, besoknya baru pulang ke sini (Sepaku). Ya sampai 2 hari," kenang Mahdio.

Sekarang ini, menurut Mahdio ke Balikpapan menjadi lebih singkat hanya sekitar 2 jam. "Tapi tetap, dengan kondisi jalan seperti ini, mudah-mudahan bisa segera diperbaiki. Apalagi, Sepaku kan jadi ibu kota negara," ungkap Mahdio.

"Kalau nanti saya tidak bisa melihat ibu kota di Sepaku seperti apa, paling tidak anak cucu saya yang bisa lihat. Karena saya kan sudah usia segini. Mudah-mudahan saya bisa lihat," demikian Mahdio.

Kecamatan Sepaku punya luasan 1.172 kilometer persegi, dan terdiri 4 kelurahan dan 11 desa. Saat ini, tercatat ada 11 kepala keluarga (KK) atau sekitar 36.000 jiwa.

Baca juga:
Terburu-buru Pilih Ibu Kota Baru
Selamat Datang di Sepaku dan Samboja
Bakal Jadi Ibu Kota, Warga Sepaku Penajam Menanti Perbaikan Infrastruktur
DPR Tunggu Draf RUU Pemindahan Ibu Kota
Ini yang Dibangun Swasta di Lahan Ibu Kota Baru Kalimantan Timur
Jadi Ibu Kota Negara Baru, Ini yang Disiapkan Bupati Penajam Paser Utara dan Kukar

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.