Semua Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan semua korban erupsi Gunung Dukono yang sebelumnya hilang telah ditemukan, mengakhiri operasi SAR di Halmahera Utara.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban hilang akibat erupsi Gunung Dukono yang terjadi di Halmahera Utara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan kini resmi dihentikan setelah penemuan terakhir. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 10 Mei, setelah upaya pencarian intensif selama beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa satu korban perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) telah ditemukan meninggal dunia sebelumnya. Penemuan ini menjadi titik terang dalam upaya pencarian yang melibatkan berbagai unsur tim penyelamat. Seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang kini telah teridentifikasi dan dievakuasi dari lokasi kejadian.
Dengan ditemukannya dua korban terakhir, total semua individu yang dilaporkan hilang akibat bencana alam ini telah berhasil ditemukan. Operasi SAR Gunung Dukono secara resmi dinyatakan selesai oleh tim gabungan. Proses evakuasi dan identifikasi selanjutnya akan dilakukan untuk memastikan penanganan yang tepat bagi para korban.
Penemuan Dua Korban Terakhir dan Penutupan Operasi SAR
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengonfirmasi bahwa dua korban tambahan telah ditemukan. Kedua korban tersebut adalah Warga Negara Asing (WNA) berjenis kelamin laki-laki, masing-masing berusia 30 dan 27 tahun. Penemuan ini melengkapi daftar korban yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono.
Setelah kedua korban ditemukan, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi. Seluruh jenazah kemudian diangkut menuju posko tanggap darurat erupsi Gunung Dukono. Proses ini dilakukan dengan standar operasional prosedur yang ketat untuk memastikan penanganan yang layak bagi para korban.
Selanjutnya, para korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo untuk proses identifikasi lebih lanjut. Penanganan medis dan forensik akan dilakukan di sana guna memastikan identitas dan penyebab kematian. Dengan penemuan seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup.
Tantangan Evakuasi dan Kondisi Gunung Dukono
Operasi pencarian dan evakuasi dua jenazah terakhir menghadapi berbagai tantangan signifikan di lapangan. Lokasi korban yang tertimbun material vulkanik dalam jumlah besar menjadi kendala utama bagi tim penyelamat. Kondisi medan yang sulit memerlukan kehati-hatian ekstra dari seluruh personel SAR.
Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono dilaporkan masih tidak stabil selama proses pencarian berlangsung. Situasi ini menuntut tim SAR gabungan untuk bekerja dengan sangat hati-hati. Prioritas utama adalah keselamatan personel di lapangan, sehingga setiap langkah evakuasi harus diperhitungkan secara matang.
Sebelumnya, tim gabungan telah memfokuskan pencarian setelah mengidentifikasi lokasi dugaan korban. Penggunaan koordinat GPS yang terkumpul dari operasi hari sebelumnya sangat membantu dalam menentukan area pencarian. Meskipun demikian, kondisi geologis dan vulkanik tetap menjadi faktor penghambat yang serius.
Korban Selamat dan Upaya Penyelamatan
Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Kelompok ini terdiri dari tujuh Warga Negara Singapura, yaitu dua laki-laki dan lima perempuan. Mereka berhasil dievakuasi dengan aman dari area terdampak erupsi.
Delapan warga negara Indonesia (WNI) juga ditemukan selamat, meliputi enam laki-laki dan dua perempuan. Keberhasilan penyelamatan ini menunjukkan efektivitas koordinasi tim SAR dalam menghadapi situasi darurat. Mereka segera mendapatkan penanganan dan pemeriksaan kesehatan setelah dievakuasi.
Pencarian pada hari ketiga operasi lebih terfokus berkat informasi lokasi yang lebih akurat. Tim gabungan menggunakan data GPS untuk menyisir area yang diduga menjadi tempat para korban tertimbun pasir vulkanik. Upaya keras ini membuahkan hasil dengan ditemukannya semua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Sumber: AntaraNews