LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sempat bantah, Menlu kini benarkan 7 ABK diculik kelompok bersenjata

Saat terjadi penyanderaan, terdapat 13 anak buah kapal (ABK). Tujuh orang disandera sedangkan enam orang dibebaskan.

2016-06-24 09:34:38
WNI disandera Abu Sayyaf
Advertisement

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi membenarkan terjadi penyanderaan kepada tujuh awak kapal asal Indonesia. Insiden ini terjadi di wilayah Sulu, perairan Filipina Selatan, Rabu (22/6) lalu. Padahal kabar itu sempat dibantah pihaknya.

"Setelah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, pada 23 Juli 2016, kami mendapat konfirmasi mengenai ada penyanderaan anak buah kapal tugboat Charles 001 dan tongkang Robby 152," ujar Menlu Retno di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6).

Insiden penyanderaan terjadi dua kali oleh dua penyandera yang berbeda.

"Insiden ini terjadi di Sulu. Pada 11.30 dan 12.45 oleh dua kelompok bersenjata berbeda," lanjut dia.

Retno menambahkan, saat terjadi penyanderaan, terdapat 13 anak buah kapal (ABK). Tujuh orang disandera sedangkan enam orang dibebaskan.

"Tujuh yang disandera, enam bebas. Saat ini yang bebas sudah dalam perjalanan menuju Samarinda membawa kapal Charles 001 dan tugboat Robby 152," ungkapnya.

Sebelumnya, Kemenlu memastikan informasi penyanderaan kapal asal Indonesia, Tugboat Charles 00 beserta 13 ABK oleh kelompok militan Abu Sayyaf di perairan Filipina pada Rabu (22/6) tidak benar. Hal itu dipastikan setelah menghubungi pihak yang mengatasnamakan keluarga awak kapal tersebut.

"Kami konfirmasi dengan staf KSOP Samarinda atas nama bapak Zul Qodri berita tersebut tidak benar," kata Eddy Mulya selaku Minister Counsellor-Political Affairs KBRI Manila dalam keterangan tertulisnya kepada merdeka.com, Rabu (22/6).

Eddy mengatakan, hasil koordinasi dengan bapak Joko selaku kepala operasional PT.RUSIANTO BERSAUDARA, yang memberikan keterangan bahwa nomor telepon yang menghubungi Ibu Mega (istri crew) yang memberitakan suaminya disandera adalah nomor 3 (three). Namun setelah diselidiki keberadaan nomor tersebut tidak jelas.

"Koordinasi dengan Polda Kaltim untuk dilacak nomor tersebut ternyata nomor Bandung. Setelah di cek posisi berada di jalan Petamburan Timur. Setelah dicek keberadaan kapal Tb. Charles 001 tk. Robby 152 pukul 10.15 WITA, posisi kapal berada sekitar 180 nm selatan tarakan. Pukul 12.45 WITA diadakan pengecekan kembali posisi kapal sudah mendekati pulau maratua menuju Samarinda," ucap dia.

Baca juga:
7 ABK disandera Abu Sayyaf bertempat tinggal di Samarinda
Menlu benarkan 7 ABK disandera di perairan Filipina Selatan
Ditanya 7 WNI yang disandera Abu Sayyaf, TNI bakal tanya tetangga
Penculikan ABK kapal Charles di selatan Filipina terjadi dua kali
Pemerintah masih telusuri lokasi & kelompok penyandera 7 WNI

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.