Ditanya 7 WNI yang disandera Abu Sayyaf, TNI bakal tanya tetangga
Merdeka.com - Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, memastikan tujuh anak buah kapal warga Indonesia disandera kelompok Abu Sayyaf. Namun hingga kini aparat TNI justru enggan memberikan komentar perihal penyanderaan ini.
"Saya nggak mau jawab, saya mau kroscek dulu ke tetangga," ujar Kadispenal Laksamana Edi Sucipto saat dihubungi merdeka.com, Jumat (25/6).
Namun saat ditanya maksud tetangga tersebut, Kadispenal enggan menyebutkan. "Adalah, pokoknya. Sudah yah," tutup Edi.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, memastikan tujuh anak buah kapal warga Indonesia disandera kelompok Abu Sayyaf. Pernyataan disampaikan usai bertemu operator kapal tunda Charle 00, PT Rusianto Bersaudara, dan para istri ABK, Kamis (23/6) sore.
Jaang mengikuti rapat maraton dari kantor PT Rusianto Bersaudara di Jalan Mulawarman, Samarinda, bersama dengan TNI AL, TNI AD, serta Polri sejak pagi tadi, membahas peristiwa penyanderaan tujuh ABK itu.
"Saya ikut rapat perusahaan di Jalan Mulawarman. Benar, tiga orang dibawa oleh orang-orang dalam bahasa Melayu. Naik lagi diambil empat orang dari kapal. Jadi semua tujuh orang ABK," kata Jaang kepada wartawan, usai bertemu di kantor PT Rusianto Bersaudara, di Sungai Lais, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Samarinda.
"Posisi saya di sini untuk menemui keluarga, sebagai Bapak Samarinda (sebagai Wali Kota). Agar bisa ditangani cepat oleh perusahaan, oleh aparat dengan harapan semua cepat selesai," ujar Jaang.
"Tadi oleh perusahaan disebutkan besok sore diperkirakan tiba di Samarinda. Ya, informasi dari perusahaan benar ada penyanderaan, dengan kapal ponton yang diputus," tambah Jaang.
Menurut Jaang, perusahaan akan melapor ke Polda Kaltim besok. Dia mengaku tidak tahu soal permintaan tebusan.
"Saya datang bersama istri beri dukungan kepada keluarga. Keluarga akan berkomunikasi terus bersama dengan kelurahan dan kecamatan," terang Jaang.
Jaang memastikan dia sebagai perwakilan pemerintah di Samarinda, segera mengabarkan ke Kementerian Dalam Negeri terkait penyanderaan itu.
"Ya saya lapor Mendagri, setelah dari sini akan ke Pemprov, Mendagri. Saya datang ke sini agar jangan sampai saya salah menginformasikan. Aparat juga dalam penyampaiannya berjenjang, juga akan menyampaikan ke atasan masing-masing," tutup Jaang.
Kabar 13 ABK tugboat Charles 00 disandera di tengah perairan dari Filipina ke Samarinda muncul kemarin. Namun, enam awak di antaranya dibebaskan. Penyandera meminta tebusan RM 20 juta. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, hingga Kemenlu sempat membantah kabar itu.
Pernyataan itu sempat menuai kekecewaan istri ABK. Hari ini, banyak pihak kembali memastikan kabar penyanderaan. Hingga seorang ABK, Rudi Kurniawan, yang berada di atas kapal memastikan tujuh rekan lainnya dibawa kelompok mengaku Abu Sayyaf. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya