Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penculikan ABK kapal Charles di selatan Filipina terjadi dua kali

Penculikan ABK kapal Charles di selatan Filipina terjadi dua kali Keluarga ABK korban sandera Abu Sayyaf. ©2016 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - PT Rusianto Bersaudara selaku perusahaan yang mempekerjakan tujuh anak buah kapal yang disandera di daerah Sulu, Filipina Selatan, dipanggil ke Kementerian Luar Negeri. Pemilik kapal diminta memberikan detail lengkap mengenai penyanderaan karyawan mereka oleh kelompok bersenjata.

"Hari ini perusahaan akan bertemu Direktur PWNI dan BHI," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Jumat (24/6).

Pria akrab disapa Tata ini menyebutkan penyanderaan kapal tongkang Charles 001 terjadi dua kali. Pada pukul 11.30, kelompok bersenjata menghentikan kapal Charles 001 dan kapal Robby 152 serta menyandera tiga orang ABK.

"Sementara itu, pada pukul 12.45, empat orang disandera lagi oleh kelompok yang berbeda dari sebelumnya," kata Tata.

Tata menuturkan, pihaknya kemarin masih belum bisa memberikan verifikasi kebenaran kasus ini. Pasalnya, dari pihak perusahaan dan pemerintah Filipina juga belum ada verifikasi.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi mendapatkan konfirmasi penyanderaan tujuh ABK kapal Charles 001 dan Robby 152 kemarin pagi.

Dari 13 ABK, enam sedang dalam perjalanan menuju Samarinda, Kalimantan Timur.

Tata sendiri tidak mengungkapkan kelompok mana yang menyandera para WNI. Sementara itu, saat ditanya mengenai tebusan, Tata mengaku belum tahu detailnya. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP