Seminar Sekkau Cermati Penanganan Covid-19 di Indonesia
TNI Angkatan Udara menggelar seminar Perwira Siswa Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Pasis Sekkau) angkatan ke-110. Komandan Sekkau Marsekal Pertama Firman Wirayuda menjelaskan, seminar itu untuk mencermati tentang penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
TNI Angkatan Udara menggelar seminar Perwira Siswa Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Pasis Sekkau) angkatan ke-110. Komandan Sekkau Marsekal Pertama Firman Wirayuda menjelaskan, seminar itu untuk mencermati tentang penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
"Seminar ini kami selenggarakan adalah suatu program dari siswa siswa Sekkau, khususnya pada saat ini siswa Sekkau angkatan 110 untuk mengkritisi, untuk melihat, mencermati fenomena-fenomena yang ada di negara Indonesia, dalam hal ini mencermati tentang penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Firman di Sekkau, Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, Senin (1/11).
Firman mengungkapkan, para siswa Sekkau menilai bahwa pandemi adalah sesuatu yang sangat berbahaya lantaran menyangkut kesiapan negara. Tak hanya di Indonesia saja, namun di seluruh dunia.
"Karena terjadi suatu wabah pada satu waktu yang secara massif secara bersamaan, sehingga kesiapan semua negara di dunia ini agak terkejut dan syok, karena resources baik fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, obat-obatan, juga pembelajaran di masyarakat sosialisasimya itu memang masih belum siap secara merata," tuturnya.
Menurutnya, penanganan pandemi yang dilaksanakan pemerintah sudah sedemikian bagus dan hebat. Namun kenyataan di lapangan, TNI dan Polri masih melihat adanya pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan.
"Memang skalanya tidak terlalu besar, tetapi apabila kita biarkan bukan tidak mungkin akhirnya ini menjadi contoh bagi masyarakat lain yang sudah disiplin," ucapnya.
©2021 Merdeka.com/genantan kesuma
Selain itu, kata Firman, keamanan sosial maupun ekonomi sudah terganggu. Sebab, imbas dari pandemi ini membuat angka pengangguran meningkat dan kehilangan lapangan pekerjaan.
Firman juga menyoroti sosialisasi protokol kesehatan yang masih kurang dipahami seluruh masyarakat. Menurutnya, sosialisasi prokes lebih mudah dicerna oleh warga di kota-kota besar.
"Namun tidak demikian di daerah daerah terpelosok, kita khawatirkan mereka tidak mengetahui bahayanya atau tidak melaksanakan protokol kesehatan, itu yang sangat kita khawatirkan," ujar Firman.
"Sehingga mungkin peran TNI-Polri yang bisa menjangkau ke seluruh wilayah kita mensupport pemerintah untuk melaksanakan semua kebijakan yang ditetapkan, baik dari tracing, testing dan treatment itu juga kita sosialisasikam membantu pemerintah menangani Covid ini dibawah Koordinator BNPB," pungkasnya.
Baca juga:
Pelajar Positif Corona, PTM Sejumlah Sekolahan di Semarang Dihentikan Sementara
Pimpin Ratas PPKM, Wapres Ma'ruf Ingatkan Mitigasi Ancaman Gelombang Ketiga
Cegah Penularan Covid-19 saat PTM, Pemerintah Buat Aplikasi Proaktif Tracing
PPP: Jangan Sampai Pemerintah Lebih Membela Kepentingan Pelaku Bisnis PCR
Kemenkes Beri Data Rinci ke Kepala Daerah Cegah Lonjakan Covid-19 di Sekolah
Menkes Targetkan 300 Juta Vaksin Rampung Akhir Tahun 2021
Menkes: Kami Mati-Matian Mempertahankan agar Covid-19 Tetap Landai