PPP: Jangan Sampai Pemerintah Lebih Membela Kepentingan Pelaku Bisnis PCR
Merdeka.com - PPP meminta pemerintah tidak labil dalam menerapkan syarat perjalanan bagi masyarakat. Sekretaris fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi alias awiek menyebut seringnya perubahan kebijakan hanya membuat bingung masyarakat.
Kebijakan soal syarat penumpang pesawat wajib tes PCR menuai kritik dari banyak pihak. Setelah ramai kritik, pemerintah mengganti aturan tersebut dengan beberapa opsi.
Mulanya, pemerintah menurunkan tarif tes PCR hingga ke angka Rp275 ribu. Terbaru, masyarakat yang berpergian via jalur udara cukup melakukan tes antigen Covid-19.
“Fraksi PPP menyayangkan sikap pemerintah yang berubah-ubah dalam membuat syarat perjalanan menggunakan pesawat udara sehingga membingungkan masyarakat. Apalagi syarat PCR memberatkan dari aspek harga,” kata Awiek pada wartawan, Senin (1/11/2021).
Awiek mengingatkan saat ini muncul kecurigaan di tengah masyarakat bahwa tes PCR menjadi ladang bisnis bagi pelaku bisnis kesehatan dan Pemerintah.
“Jangan sampai ada kesan pemerintah lebih membela kepentingan pelaku bisnis kesehatan dalam hal ini PCR. Jangan sampai ada kecurigaan publik bahwa alat PCR terlanjur diiimpor sehingga harus didukung oleh kebijakan yang tarik ulur,” katanya
Awiek meminta tak ada lagi perubahan syarat perjalanan terutama untuk moda pesawat yang kerap berubah setiap minggu.
“Terbaru pemerintah tidak lagi menjadikan PCR sebagai syarat penerbangan di Jawa-Bali namun cukup dengan antigen. Tentu ini patut diapresiasi, nmun kedepannya jangan berubah-berubah lagi. Pemberlakuan syarat bisa mengacu pada level PPKM setiap daerah,” kata dia.
Reporter: Delvira Hutabarat
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya