LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Semburan lumpur mirip Lapindo juga terjadi di Muarojambi

Kondisi terakhir, air dan lumpur sudah dikeringkan, setelah itu ditimbun dengan batu dan dicor dengan semen oleh tim.

2014-10-13 17:40:51
Lumpur Lapindo
Advertisement

Semburan lumpur seperti kejadian lumpur Lapindo terjadi di atas lahan eks Taman Setiti yang luasnya mencapai satu hektare. Lahan tersebut adalah bekas pekerjaan seismik (peledakan) sumber minyak oleh PT Elnusa di Desa Muaro Pijoan, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi

Semburan tersebut muncul akibat adanya kegiatan seismuk yang dilakukan oleh PT Elnusa. Lumpur bercampur air tersebut juga mengalir ke Sungai Pijoan yang alirannya mencapai ke Sungai Batanghari, Jambi.

Akibat aliran lumpur itu, produksi batu bata masyarakat setempat menjadi terganggu, warga mengkhawatirkan ada efek lain, terutama air bersih dan kesehatan.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus saat meninjau lokasi pada Jumat (10/10) menyatakan akan memanggil PT Elnusa terkait munculnya semburan lumpur di Desa Muaro Pijoan itu.

"Saya akan panggil Elnusa, sebagai perusahaan yang melaksanakan ekplorasi, mengapa mereka lambat menangani, itu yang akan kita tanya," katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin (13/10).

Gubernur sempat menyesalkan pihak perusahaan yang berjanji akan menyelesaikan permasalahan setelah lebaran, tapi sampai sekarang belum dilakukan, sementara komunikasi dengan Pertamina juga lambat.

Namun, Pertamina sudah berjanji akan menurunkan petugasnya dari Jakarta untuk turun ke lapangan (lokasi) dan tim Pertamina EP akan segera menutup lubang dengan semen.

Media Relation Pertamina EP, Panji melalui rilisnya, Senin menyebutkan, bahwa lubang air akibat seismik yang menyemburkan lumpur berhasil ditutup dan dihentikan pada Sabtu sore (11/10).

Penutupan lubang dengan cara dicor semen itu dilakukan oleh tim Pertamina EP Field Jambi yang turun ke lokasi setelah mendapat laporan.

"Berdasarkan pantauan hingga kini tidak ada lagi air yang keluar dari lubang tersebut, dan tim Pertamina EP akan terus memantau," kata Panji.

Sementara itu, Kepala Desa Muaro Pijoan, M Dhani ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa lubang yang mengeluarkan air bercampur lumpur akibat aktivitas seismik di eks Taman Setiti sudah ditutup dengan cara dicor semen.

Kondisi terakhir, air dan lumpur sudah dikeringkan, setelah itu ditimbun dengan batu dan dicor dengan semen oleh tim Pertamina EP.

"Kita lihat saja nanti, mudah-mudahan air bercampur lumpur itu tidak mengalir lagi," katanya.

Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Muarojambi, katanya, juga telah mengambil sampel lumpur yang mengalir di Desa Muaro Pijoan, Kecamatan Jaluko itu.

"Dampak lingkungannya masih harus dicek di laboratorium oleh Pertamina," kata Kepala KLH Muarojambi, A Gani.

Baca juga:
Ditanya nasib korban Lapindo, menteri PU naik pitam
Jalan tol rusak kena lumpur Lapindo, Jasa Marga minta kompensasi
Menkeu: Fatwa MK tak bilang ganti rugi Lumpur Lapindo pakai APBN
Pembayaran ganti rugi Lapindo bisa tunggu proses pailit Minarak
Soekarwo ingin pemerintah ambil alih ganti rugi korban Lapindo
Bakrie nyerah bayar sisa ganti rugi korban lumpur Lapindo
Pemerintah rogoh Rp 781 miliar buat ganti rugi lumpur Lapindo

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.