Semburan lumpur di Bojonegoro berganti gas bercampur air
Tim peneliti menjilat lumpur semburan untuk membuktikan tak berbahaya.
Semburan lumpur di Desa Jari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya berhenti. Sebelumnya, semburan terjadi selama tiga hari berturut-turut. Meski sudah tak lagi menyembur, namun masih mengeluarkan gas bercampur air.
Perangkat Desa Jari, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Waki menuturkan, di lokasi semburan masih ada tiga titik yang mengeluarkan gas bercampur air dengan kondisi tidak lagi keruh, namun jernih.
"Semburan gas di lokasi masih ada, karena di tiga titik semburan muncul gelembung-gelembung udara," kata Waki kepada wartawan, Senin (25/4).
Dia memberikan gambaran tiga titik semburan yang mengeluarkan gelembung, sekarang mengelompok menjadi satu kubangan. Sedangkan Sungai Keramat, yang menjadi buangan semburan air bercampur lumpur, yang semula keruh, sekarang menjadi jernih.
"Sungai Keramat yang semula keruh, sekarang sudah jernih kembali," kata dia.
Bahkan, kata dia, ahli tektonik dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Dr Jatmika Setiawan, dengan anggota peneliti lainnya memastikan air yang keluar dari semburan baik bagi tanaman.
"Air yang keluar dari semburan tidak berbahaya, justru bagus untuk tanaman, karena mengandung zat yang menyuburkan tanaman," katanya.
Terkait pengunjung, katanya, tidak berkurang, bahkan meningkat yang datang dari luar daerah, seperti Surabaya, Nganjuk, juga daerah lainnya.
"Pengunjung tetap mendekat, meskipun ada papan larangan awas gas berbahaya dan tanah amblas," ucapnya.
Sekretaris Kecamatan Gondang, Bojonegoro Basuki, yang menegaskan bahwa semburan gas yang keluar tidak berbahaya.
"Tim peneliti UPN Veteran Yogyakarta tidak hanya menyatakan semburan tidak berbahaya, bahkan langsung mencoba lumpur yang keluar dari semburan langsung dijilat," katanya.
Oleh karena itu, katanya, Tim UPN Veteran yogyakarta meminta papan pengumuman awas gas beracun dan tanah amblas yang dipasang Dinas ESDM Bojonegoro di tiga lokasi di kawasan setempat dicopot.
Semburan lumpur bercampur air dan gas di Desa Jari, Kecamatan Gondang, diketahui warga pada 7 April, yang sebelumnya didahului dengan gempa dengan berkisar 2,5-4 SR.
Baca juga:
Semburan lumpur di Bojonegoro mengandung gas beracun
Bojonegoro ingin jadi lumbung energi dan pangan nasional
Dana ketahanan energi, ESDM tegaskan bukan kebijakan dadakan
Jaring dan perahu nelayan di Serang rusak akibat penambangan pasir
Sejak tambang emas Bombana ditemukan, banyak petani jadi penambang
Lingkungan rusak akibat tambang emas, warga Roma surati Jokowi