Bojonegoro ingin jadi lumbung energi dan pangan nasional
Merdeka.com - Setelah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Bojonegoro Suyoto berkesempatan teleconference dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di situation room. Saat menyapa JK, Suyoto teringat pernah diminta untuk mengurus Blok Cepu di Blora Jawa Timur.
"Ini saya baru tiga hari jadi bupati, saya langsung ingat bapak perintahkan untuk Blok Cepu," ujar Suyoto menyapa JK saat teleconference.
Diingatkan itu JK tertawa lantas meminta Suyoto menyelesaikan persoalan di Blok Cepu. "Ini korporasi, Insya Allah tahun depan bisa tinggi lagi, dijaga itu. Kalau kita tidak mulai 2005, tidak bisa seperti sekarang," ujarnya.
Kepada JK, Suyoto memaparkan kemajuan daerah yang dipimpinnya. Suyoto mengungkapkan keinginannya menjadikan Bojonegoro lumbung energi dan pangan Indonesia.
"Energi karena memang di Bojonegoro hampir semuanya blok minyak. Ada Cepu, blok Lona, semua di sini. Kita nyatakan dukungan bahwa rakyat Bojonegoro untuk eksplorasi," ujarnya.
Suyoto juga menyatakan keinginannya menjadikan Bojonegoro lumbung pangan karena produksi beras di daerahnya sangat surplus. Hitungan untuk empat tahun ke depan bisa mencapai 1,5 juta ton.
"Makanya kami bisa bangun lumbung 300. Rakyat Bojonegoro sumbang tanah secara cuma-cuma," ujarnya.
Pemda Bojonegoro juga meminta kepada JK, dana kompensasi pengalihan subsidi BBM digunakan untuk membangun waduk di daerahnya.
"Uang subsidi BBM bisa dipakai untuk bangun waduk di Bojonegoro," ujarnya.
Wapres langsung merespon laporan Wiyoto. JK berjanji datang meninjau kondisi di Bojonegoro pekan depan.
"siap. Pasti. Minggu depan saya akan ke sana, untuk lihat perkembangannya. Untuk lihat lumbung energi dan lumbung pangan. Dua-duanya sangat penting," ujarnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya