Sembilan ABK Kapal Terbalik di Bintan Selamat Usai Dihantam Gelombang Tinggi
Sembilan anak buah kapal (ABK) KM Makmur Jaya yang terbalik di perairan Marapas, Bintan, berhasil ditemukan selamat setelah terombang-ambing. Penyelamatan ABK kapal terbalik Bintan ini melibatkan tim SAR gabungan.
Sembilan anak buah kapal (ABK) KM Makmur Jaya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di perairan Marapas, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kejadian nahas ini terjadi akibat hantaman gelombang tinggi yang ekstrem di wilayah tersebut. Penemuan para ABK ini mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban, Alfaizul, mengonfirmasi bahwa sembilan ABK tersebut diselamatkan oleh KM Haili setelah berjam-jam terombang-ambing menggunakan sekoci. Mereka kini telah dievakuasi kembali ke homebase KM Makmur Jaya di Kampung Bugis, Tanjungpinang. Laporan mengenai insiden ini diterima PLP Tanjung Uban pada Minggu (8/3) sekitar pukul 22.00 WIB.
Sebelumnya, KM Makmur Jaya bertolak dari Kampung Bugis menuju Pulau Pengibu pada Sabtu (7/3) pukul 14.00 WIB. Namun, pada Minggu dini hari pukul 04.00 WIB, kapal dihantam gelombang tinggi. Kondisi ini menyebabkan kapal miring hingga akhirnya terbalik di perairan Pulau Merapas.
Kronologi Insiden Kapal Terbalik di Perairan Bintan
Insiden terbaliknya KM Makmur Jaya bermula saat kapal berlayar dari Kampung Bugis menuju Pulau Pengibu pada Sabtu, 7 Maret, pukul 14.00 WIB. Perjalanan yang seharusnya lancar berubah menjadi dramatis ketika memasuki Minggu dini hari. Sekitar pukul 04.00 WIB, kapal dihantam gelombang tinggi yang sangat kuat.
Hantaman gelombang tersebut menyebabkan KM Makmur Jaya kehilangan keseimbangan dan miring secara drastis. Tak lama kemudian, kapal tersebut terbalik di perairan Pulau Merapas, meninggalkan para kru dalam situasi darurat. Kejadian ini memicu respons cepat dari pihak berwenang.
Kepala PLP Tanjung Uban, Alfaizul, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan terbaliknya kapal pada Minggu malam. Setelah menerima laporan, PLP Tanjung Uban segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Mereka juga mengerahkan Kapal Negara (KN) Sarotama P.112 menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.
Operasi Penyelamatan ABK yang Dramatis dan Penuh Tantangan
Dalam situasi yang mencekam, total 29 ABK berada di KM Makmur Jaya saat insiden terjadi. Sebanyak 20 ABK berhasil menyelamatkan diri dengan bertahan di atas badan kapal yang terbalik. Mereka kemudian dievakuasi oleh kapal KM Sinar Abadi yang kebetulan melintas di lokasi kejadian pada pukul 11.00 WIB.
Sementara itu, sembilan ABK lainnya berhasil naik ke sekoci penyelamat, namun terpisah dari kapal utama dan dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan segera diturunkan untuk mencari sembilan ABK yang hilang ini sejak Minggu pagi. Pencarian intensif dilakukan di sekitar perairan Marapas, Bintan.
Setelah terombang-ambing selama berjam-jam di lautan, sembilan ABK yang berada di sekoci akhirnya ditemukan selamat. Mereka diselamatkan oleh KM Haili, sebuah kapal yang beruntung melintas di area tersebut. Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, menyatakan bahwa seluruh ABK KM Makmur Jaya telah ditemukan.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan ditutup secara resmi. Keberhasilan operasi penyelamatan ini merupakan hasil dari koordinasi yang baik antara PLP, SAR, dan kapal-kapal yang melintas. Ini menunjukkan pentingnya kesigapan dalam menghadapi kondisi darurat di laut.
Sumber: AntaraNews