Selamatkan pendapatan negara, Bea Cukai gandeng KPK
Hal ini lantaran masih maraknya penyelundupan, khususnya pangan dan tekstil.
Direktorat Bea dan Cukai menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna menyelamatkan pendapatan negara. Terlebih lagi masih maraknya penyelundupan, khususnya pangan dan tekstil.
Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan kerjasama seperti ini diharapkan mampu mengamankan keuangan negara dan mengingatkan pendapatan negara.
"Kerjasama ini demi menjaga kemaslahatan masyarakat khususnya dengan sumber daya alam seperti beras misalnya," kata Heru, Jumat (29/1).
Dengan adanya kerjasama ini, KPK dan Bea Cukai akan melakukan quick win atau solusi cepat dalam pencegahan dan penindakan terhadap dua hal. Pertama perbaikan kebijakan, dan kedua perlindungan tekstil dan produk tekstil (TPT).
Terkait quick win yang difokuskan oleh KPK dan Bea dan Cukai, Wakil ketua KPK, Saut Situmorang menegaskan pihaknya sangat mendukung adanya pencegahan dan penindakan yang dilakukan. "KPK intinya enggak mau any cent single rupiah hilang," imbuh Saut.
Saut juga menambahkan antara pencegahan dan penindakan harus sinkron. Meski dia sempat menyindir awak media aksi pencegahan tidak terlalu booming untuk diberitakan namun dia jelaskan itu juga demi kebaikan.
Kendati demikian, dia tidak menampik akan tetap tindak lanjuti jika memang harus ada penindakan terhadap pelaku yang melakukan penyelundupan.
"Kami akan kawal bersama Bea dan Cukai. Ya meski kalo penindakan menurut kalian ini enggak seksi tapi ini demi kebaikan tapi kita juga akan tetap akan tindak lanjuti," pungkas Saut.
Baca juga:
JK: Kalau korupsi kecil juga ditangani KPK, butuh kantor lagi
PPP kubu Romi minta Dewan Pengawas KPK dipilih Presiden bukan DPR
Mendadak kena serangan jantung, RJ Lino batal diperiksa KPK
Nama Achsanul disebut Nazaruddin, KPK tunggu putusan hakim
Pimpinan DPR minta KPK ikut aturan saat geledah ruang anggota dewan