Selain konblok, helm hingga bambu juga pernah jatuh di Rusun Kemayoran
Tidak hanya Saripun, menurut petugas parkir Dion, sering melihat barang-barang di lempar dari atas rusun. Sempat beberapa kali terkena mobil.
Warga penghuni Rumah Susun Tahap III, Kemayoran, Jakarta Pusat, Saripun menceritakan, kejadian pelemparan batu konblok dari atas hunian vertikal yang menewaskan bocah berinisial AW (8) pada Sabtu (8/9). Sebab kejadian pelemparan tersebut bukan kali pertama terjadi.
Dia mengatakan, warga sering mendapati beberapa barang yang di lempar dari atas rumah susun tersebut. "Enggak kali ini aja. Kata warga ada batu atau helm yang di lempar dari atas rumah susun," katanya ketika ditemui merdeka.com, Selasa (11/9).
Tidak hanya Saripun, menurut petugas parkir Dion, sering melihat barang-barang di lempar dari atas rusun. Sempat beberapa kali terkena mobil.
"Tuh mobil pernah dilempar botol air mineral dari atas. Terus ada juga yang lempar helm, batu, hingga bambu di lempar dari atas ke bawah," jelasnya.
Tiga hari setelah kejadian nahas yang menimpa AW, Dion mengatakan, ada batu dilempar dari atas rumah susun tersebut, Selasa (11/9). Namun tidak ada korban jiwa.
"Sekitar setengah 9 tadi pagi. Tapi enggak ada korban," ungkapnya.
Pihak pengelola juga, kata Dion, sudah melakukan pemeriksaan. Tetapi hingga saat ini belum ditemukan siapa pelaku pelempar misterius tersebut. Sebab rusun tersebut tidak berpenghuni tetap dan cenderung tertutup.
"Ya kalau di bilang orang stres kita enggak tau. Kalau diprediksi Polres dari lantai 6-10," tutupnya.
Sebelumnya Bocah berinisial AW (8) tewas mengenaskan tertimpa batu beton konblok yang diduga jatuh dari atas Rumah Susun Tahap III, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (8/9). Saripun (40) penghuni Rumah Susun Tahap III menceritakan kejadian naas tersebut.
Sekitar pukul 13.30 WIB Saripun yang berada 6 meter dari posisi AW berjalan bersama kedua temannya. Selang beberapa menit kemudian Saripun melihat AW sudah tertimpa batu konblok tepat di depan pintu keluar rumah susun berlantai 17 tersebut.
"Saya melihat korban kepalanya sudah hancur. Darahnya sudah berceceran tertimpa batu," kata Saripun ketika ditemui merdeka.com, Selasa (11/9).
Saripun dan warga yang melihat langsung memberikan pertolongan pertama. Napas AW kata Saripun masih ada ketika warga memberikan pertolongan pertama.
Warga yang lain kata Saripun mengabari orang tua AW yang rumahnya tidak jauh dari kejadian tersebut. Kedua orang tua AW langsung datang. "Ibunya histeris. Nangis-nangis. Tapi Alhamdulillah ibunya kuat," papar Saripun.
Baca juga:
Kronologi tewasnya bocah tertimpa konblok jatuh di rumah susun Kemayoran
Bocah tewas tertimpa konblok jatuh di Rusun Kemayoran, polisi periksa saksi
Truk Fuso hajar angkot dan 2 motor di Bogor, 4 orang tewas
Kecelakaan bus di Sukabumi, keluarga korban meninggal dapat santunan Rp 50 juta
Terobos lampu merah, pemotor tabrak lari polisi di depan Istana Negara
Tuna rungu di Cilacap meregang nyawa usai ditabrak kereta api