Sejumlah siswa di Sumsel pilih menikah ketimbang ikut UN
Kepala sekolah diminta mencari para siswa yang bersangkutan untuk diikutkan UN.
Puluhan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) 2016, membuat Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel mengambil kebijakan. Setiap sekolah dan instansi terkait diinstruksikan untuk melacak keberadaan siswa tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo mengungkapkan, informasi tersebut didapat langsung dari hasil peninjauan di sejumlah sekolah dan laporan dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota.
"Ada siswa di Sumsel tidak ikut karena menikah menjelang UN 4 sampai 6 April kemarin. Ini kita sesalkan," ungkap Widodo, Jumat (8/4).
Agar semua peserta dapat mengikuti UN, kata dia, setiap sekolah harus mencari siswa yang bersangkutan dan diikutkan dalam ujian susulan pada 11 April 2016. Pihak sekolah dan instansi di pemerintah setempat juga mencari lokasi pernikahan siswa itu supaya alamat barunya bisa diketahui.
"Masih ada beberapa hari sebelum ujian susulan. Harus dimaksimalkan agar semuanya bisa ikut, apalagi memang sudah terdaftar sebelumnya," ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, terdapat belasan siswa SMA sederajat di Sumsel yang batal ikut UN karena menikah dan alasan lain. Mereka berasal dari sejumlah daerah, seperti 32 siswa di Pagaralam, Ogan Komering Ulu Selatan tiga siswa, Musi Banyuasin dan Musi Rawas Utara masing-masing satu siswa, serta di beberapa daerah lain.
Baca juga:
Menikah, siswi SMA di Temanggung batal ikut ujian nasional
4 Pelajar di Bali memilih menikah dari pada ikut UN
Isak tangis warnai istighosah pelajar SMP di Purwakarta jelang UN
Usai UN, 33 pelajar ditangkap polisi karena hendak tawuran & mabuk
Siswa selundupkan ponsel ke ruang UN akan didiskualifikasi
Kepala sekolah di Pontianak jadi tersangka penjualan soal UN