4 Pelajar di Bali memilih menikah dari pada ikut UN
Merdeka.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK di Kabupaten Bangli, Bali diikuti oleh 2.327 siswa. Namun dari jumlah tersebut sebanyak lima orang pelajar yang tidak mengikuti UN.
Dari lima pelajar yang tidak ikut UN, satu orang sakit dan empat lainnya menikah. Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan dan Olah Raga Bangli, Sang Nyoman Nada mengungkapkan, secara umum pelaksanaan hari pertama UN dapat berjalan dengan lancar.
Peserta UN berasal dari 14 SMK dan SMA yang diikuti sebanyak 1.138 pelajar dari 6 SMA yang tersebar di Bangli.
"Total keseluruhan yang mengikuti UN sebanyak 2.327 siswa," ujar Sang Nyoman Ada, di Bangli, Senin (4/4).
Dia membenarkan pelaksanaan UN tidak luput dari ketidakhadiran siswa, di mana sebanyak 5 siswa tidak mengikuti UN.
"Seorang siswa dalam kondisi sakit DB dan kini sedang dirawat di RS. Empat siswa lainya tidak mengikuti UN karena telah berhenti sekolah, alasan sudah menikah," jelasnya.
Pun demikian dirinya menegaskan masih memberikan harapan pada siswa yang tidak bisa mengikuti UN, untuk melakukan ujian susulan.
Menurut Nyoman, sebaiknya pihak sekolah yang siswanya tidak mengikuti UN meminta untuk membuat surat pernyataan. Itu untuk menegaskan bahwa para pelajar sedang berhalangan atau berhenti.
"Bagi sekolah yang siswanya tidak mengikuti UN karena telah berhenti sekolah kita minta membuat surat pernyataan, hal ini dilakukan untuk berjaga- jaga jika kemudian hari ada permasalahan," pungkasnya.
Sementara untuk pelaksanaan UN program kejar paket C data yang diterimanya diikuti sebanyak 132 orang dari empat pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) yang tersebar diempat kecamatan.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya