'Segera kirim TNI AL selamatkan ABK Indonesia yang jadi budak'
Nasib puluhan ABK itu belum jelas. Dilaporkan mereka dalam kondisi sangat memprihatinkan.
Puluhan anak buah kapal asal Indonesia diduga menjadi budak di tiga kapal penangkap ikan yang beroperasi di Antartika. Mereka ditemukan oleh Lembaga Konservasi Sea Shepherd dalam kondisi yang mengenaskan.
Belum jelas nasib puluhan ABK asal Indonesia tersebut. Satu kapal sudah ditenggelamkan, sementara dua lainnya dibawa ke Kuala Lumpur dan Phuket. Pemerintah pun diminta segera menyelamatkan mereka.
"Pemerintah harus segera menyelidiki WNI yang menjadi korban perbudakan kapal asing di Antartika dan secepatnya menyelamatkan mereka. Bila diperlukan, militer Indonesia dapat mengirimkan armadanya," kata Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas dalam rilis kepada merdeka.com, Rabu (8/4).
"Belakangan ini, kita dapat dengan cepat bertindak membebaskan perbudakan yang dilakukan terhadap warga negara asing di Benjina. Kepedulian yang sama hendaknya dapat kita tunjukkan pada warga negara kita sendiri, meskipun berada di wilayah yang jauh. Semua instrumen yang memungkinkan hendaknya dapat digunakan semaksimal mungkin," tambah istri Sultan Yogya ini.
Menurut Hemas hal paling utama yang dilakukan adalah mendata para ABK itu. Keluarga mereka juga perlu segera diberi tahu.
"Hal ini penting untuk menunjukkan tanggung jawab negara pada warganya, sekaligus sebagai upaya untuk mencari tahu lebih jauh kemungkinan adanya warga lain yang tersandera. Baik di kapal atau tempat yang sama, maupun tempat lain," katanya.
Baca juga:
WNI jadi budak kapal di Antartika, tak ada yang peduli
Jokowi bentuk tim khusus usut perbudakan dan maling ikan di Benjina
Puluhan ABK WNI diduga jadi budak kapal penangkap ikan di Antartika
Tim Indonesia dan Thailand investigasi perbudakan ABK di Benjina
Menteri Susi: Perusahaan Indonesia bekingi perbudakan ABK
Ini detik-detik tenggelam kapal Thunder & penyelamatan ABK Indonesia