Seenaknya sebut warga teroris, densus gadungan ini diciduk polisi
Seenaknya sebut warga teroris, densus gadungan ini diciduk polisi. Tersangka Radian menjelaskan ucapannya mengaku sebagai anggota Densus 88 hanya untuk menakut-nakuti saudara sepupunya yang kini sedang ada konflik internal dengan keluarganya. "Saya tidak bermaksud untuk mencelakai saudara."
Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, menangkap Radian Kurniawan, warga Dusun Bedal, Desa Sonorejo, Pringsurat. Penangkapan dilakukan karena yang bersangkutan mengaku sebagai anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 dan memiliki senjata tajam.
Penangkapan Radian bermula saat seorang warga Dusun Bedal, Desa Sonorejo membuat laporan ke Mapolres Temanggung. Laporan itu terkait ucapan Radian yang menuduh anggota keluarganya sebagai anggota jaringan teroris.
Keluarga tidak terima. Namun tersangka mengaku apa yang disampaikannya benar karena dia anggota Densus 88 Antiteror Polri. Agar lebih meyakinkan, dia menunjukkan pistol dan belati. Mendapat laporan demikian, polisi menindaklanjuti.
"Polisi menindaklanjuti dengan penangkapan, karena setelah dilakukan pengecekan dia bukan anggota Densus 88," kata Kasubbag Humas Polres Temanggung, AKP Henny Widiyanti. Demikian dikutip dari Antara, Senin (30/1).
Polisi kemudian melakukan penggeledahan terhadap tersangka dan menyita senjata tajam jenis pisau belati dengan gagang kayu. Selain itu sebuah ransel dan satu pistol mainan/korek api yang disarungkan ke dalam holster kulit hitam.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal kepemilikan senjata tajam sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukum 12 tahun.
Ditambahkan dia, polisi juga tengah menindaklanjuti kasus pelecehan seksual yang diduga melibatkan tersangka. Kasus ini juga pernah dilaporkan warga sebelumnya.
"Saat kasusnya dilaporkan beberapa waktu lalu, tersangka melarikan diri hingga kemudian muncul dan ditangkap dengan kasus berbeda," jelas Henny.
Dalam kesempatan yang sama, tersangka Radian menjelaskan ucapannya mengaku sebagai anggota Densus 88 hanya untuk menakut-nakuti saudara sepupunya yang kini sedang ada konflik internal dengan keluarganya.
"Saya tidak bermaksud untuk mencelakai saudara. Saya menyebut anggota Densus 88 hanya spontan saja agar mereka takut," katanya.
Baca juga:
Polisi gadungan pakai PSK buat peras turis Timur Tengah di Puncak
Ngaku anggota polisi, Hartanto tipu perempuan hingga jutaan rupiah
Tiga polisi gadungan culik dan peras warga di Sukabumi
Ngaku anggota TNI & Polri, Hermansyah diringkus saat palak pengusaha
Modal seragam polisi, pemuda di Bandung jual kendaraan bodong
Ngaku tim saber pungli Polri, 3 pria diciduk usai peras bandar togel
Polisi gadungan ini pakai modus kecelakaan buat peras korban